Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 11 April 2019 / 20:11 WIB

Pemilu Makin Dekat, Hal ini Masih jadi PR KPU Boyolali

BOYOLALI, KRJOGJA.com - Tingkat pengetahuan pemilih dalam tata cara mekanisme pencoblosan masih menjadi pekerjaan rumah bagi KPU Boyolali. Sosialisasi dilakukan hingga ke tingkat bawah agar suara tak sah karena kerusakan surat suara karena ketidak tahuan cara pencoblosan bisa diminimalisir. 

Ketua KPU Boyolali, Ali Fachrudin mengakui, masih ada sebagian pemilih yang kurang mengetahui tata cara pencoblosan surat suara, dimana dalam Pemilu kali ini, ada lima lembar surat suara yang mesti dicoblos, dari pemilihan presiden, DPR, hingga DPD. 

Dari pengalaman Pemilu sebelum-sebelumnya, kata Ali Fachrudin kerusakan surat suara yang menyebabkan surat suara menjadi tidak sah disebabkan dua hal, karena sengaja dirusak karena preferensi politik pencoblos atau karena tidak tahu menahu dalam tata cara pencoblosan.  "Sosialisasi terus kita lakukan secara massif untuk meminimalisir hal tersebut," katanya kemarin. 

Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya sudah membentuk relawan demokrasi beranggotakan 55 orang yang turun langsung ke masyarakat untuk sosialisasi. Pertemuan-pertemuan masyarakat hingga tingkat RT pun disambangi.  "Selain mekanisme pencoblosan, kita tekankan pula arti penting pemilih untuk berpartisipasi aktif dalam pemilu," (Gal)