Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 11 April 2019 / 10:19 WIB

Padat Karya di Kolaka Tingkatkan Pendapatan Masyarakat

KOLAKA.KRJOGJA.com- Upaya untuk meningkatkan pendapatan dan perekonmian masyarakat terus dilakukan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, dengan menggelar Program Padat Karya. Kegiatan yang dilaksanakan sejak tahun 2018 ini terbukti bisa menjadi solusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Program padat karya Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, diselenggarakan di Unii Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) dengan melibatkan masyarakat sekitar bandara sebagai pekerjanya. Upah yang diberikan pun sangat layak dan mengikuti ketentuan yang ditetapkan Pemerintah Daerah setempat.

Salah satu rangkaian program padat karya Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub tahun 2019, digelar di UPBU Sangia Nibandera Kolaka, Sulawesi Tenggara, Kamis (11/04/2019). Kegiatan yang melibatkan 70 pekerja lokal ini dibuka Kasubdit Kerjasama Angkutan Udara Kemenhub, Ade Kusmana mewakili Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Polana B. Pramesti.

Ade yang membacakan sambutan Polana B. Pramesti mengatakan ada empat sasaran yang dicapai dalam program padat karya Ditjen Perhubungan Udara ini. Keempat sasaran tersebut, yaitu meningkatkan perekonomian masyarakat, mempererat tali silaturahmi masyarakat dengan pengelola bandara, memelihara dan menjaga aset  bandara, serta sebagai sarana edukasi terkait kegiatan kebandarudaraan.

"Harapannya masyarakat di Kolaka dapat merasakan manfaat dari program padat karya ini. Selain itu diharapkan juga terjaga hubungan silaturahmi masyarakat dengan pengelola Bandara Sangia Nibandera," ujar Ade.

Ade mengungkapkan, sebelumnya pada tahun 2018 lalu Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub telah menggelar program padat karya di 153 bandara. Tenaga kerja yang terserap dari program tersebut sebanyak 8.013 orang dan menghabiskan anggaran sebesar Rp 29 miliar.

" Untuk tahun 2019 ini alokasi anggaran yang disediakan sebesar Rp 51 miliar untuk 153 bandara, dan ditargetkan dapat menyerap 6.858 tenaga kerja," jelas Ade.

Kepala UPBU Sangia Nibandera, Hery Sugianto mengatakan, implementasi pogram padat karya di wilayahnya meliputi pemeliharaan saluran air (drainase), pemeliharaan runway strip, pemeliharaan pagar, pemeliharaan jalan masuk dan inspeksi serta pemeliharaan taman dan halaman. "Kegiatan ini melibatkan 70 tenaga kerja dari dua desa, yakni Desa Lalonggosua dan Tanggetada, dengan masa kerja selama enam hari," ujarnya.

Dijelaskan Hery, program padat karya di Bandara Sangia Nibandera akan dilakukan selama satu tahun dengan anggaran sebesar Rp 226 juta. Namun pelaksanannya dibagi menjadi tiga tahap, yakni bulan April, Agustus dan Desember 2019 dengan melibatkan 114 tenaga kerja lokal.

Upah yang diberikan kepada para pekerja padat karya ini, menurut Hery, sudah sangat layak yakni sebesar Rp 100 ribu per harinya. "Program ini diharapkan bisa menjadi solusi dan bisa memberikan tambahan bagi masyarakat sekitar Bandara Sangia Nibandera," ujarnya.

Selain Bandara Sangia Nibandera, Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub juga telah melaksanakan program padat karya di 7 bandara lainnya. Bandara tersebut adalah, Bandara Chakrabuana (Cirebon), Tunggul Wulung (Cilacap), Kufar (Pulau Seram), Gebe (Halmahera Tengah), Mopah (Merauke), Batoambari (Sulawesi Tenggara), dan Gusti Sjamsir Alam (Kotabaru). (Imd)