Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Kamis, 11 April 2019 / 11:20 WIB

PKH Sukses Turunkan Angka Kemiskinan Jadi Single Digit

JAKARTA, KRJOGJA.com - Program Keluarga Harapan (PKH) dinilai sebagai salah satu jurus jitu Jokowi menurunkan angka kemiskinan. Seturut data BPS September 2018 lalu, angka kemiskinan Indonesia turun menjadi 9,66 persen.

“Angka 9,66 persen ini secara akumulatif jumlah penduduk miskinnya itu dari 27 juta menjadi sekitar 25 juta. Artinya jumlah penduduknya bertambah tapi secara akumulatif mengalami penurunan jumlah masyarakat miskin,” ungkap anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Muhammad Misbakhun di Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Menurut Misbakhun, banyak program yang telah digulirkan pemerintah untuk mengatasi kemiskinan, seperti penyediaan lapangan pekerjaan untuk mengurangi angka pengangguran, termasuk conditional cash transfer seperti PKH. Program-program tersebut dianggap berhasil dan diakui oleh banyak pihak, termasuk Bank Dunia.

“Program conditional cash transfer Indonesia itu termasuk yang mendapat penghargaan dari Bank Dunia sebagai upaya mengatasi kemiskinan yang sangat signifikan,” sambungnya.

Dalam PKH, Misbakhun menjelaskan, terdapat skenario ganda untuk membantu keluarga miskin sekaligus memaksa anak-anak mereka tetap sekolah. Dua hal tersebut disebutnya sebagai indikator yang menandai meningkatnya indeks pembangunan manusia.

“Kemudian pelayanan kesehatan, bagaimana mengatasi stunting dan sebagainya sehingga dari sisi pelayanan kesehatan juga naik. Sehingga mau tidak mau PKH ini juga salah satu pendorong,” imbuhnya.

Misbakhun menyebutkan sejumlah data program ekonomi Jokowi yang dianggap erat kaitannya dengan pemerataan dan belanja social untuk mengurangi kesenjangan ekonomi. “Program ekonomi Pak Jokowi ini berpihak pada masyarakat sehingga kemiskinan bisa diatasi. Pertumbuhan pada kisaran 5 persen itu diikuti dengan pemerataan. Affirmative action, keberpihakan itu ditegaskan dalam bentuk belanja sosial yang sangat signifikan. Bagaimana mengangkat derajat masyarakat bawah itu tetap bisa melakukan aktivitas kehidupan mereka sehari-hari dengan kehadiran negara,” papar dia.

Menurut Misbakhun, inilah keberpihakan Jokowi kepada wong cilik di mana pemerintah bergerak mengatasi kemiskinan, kesenjangan sosial, dan terus membangun pemerataan. Pertumbuhan ekonomi 5,17 persen itu, kata dia, dalam rangka pemerataan terhadap seluruh masyarakat.

“Walaupun pemerintah melakukan pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan pembangunan akses, koneksivitas, kemudian dan meningkatkan kualitas infrastruktur tapi belanja sosial tetap dilakukan,” tutupnya. (Fxh)