Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Kamis, 11 April 2019 / 09:59 WIB

Hoax Penghitungan Suara LN Beredar, Polisi Diminta Kejar Pelaku

JAKARTA, KRJOGJA.com - Masyarakat diingatkan kembali beredarnya hoax menjelang pelaksanaan pemungutan suara Pemilu, 17 April 2019 mendatang. Terlebih, Rabu (10/4/2019) kemarin beredar hoax yang menyebutkan telah terjadi penghitungan suara pada Pemilu di luar negeri. Pihak kepolisian diminta segera bertindak dan mengejar pelaku pembuat hoax. 

Info adanya penghitungan suara di luar negeri disebarkan secara berantai di media sosial. Banyak masyarakat yang terkecoh, karena hasil pemungutan suara sudah mengarah pada kemenangan salah satu calon. 

Komisioner KPU Hasyim Asy'ari menegaskan bahwa kabar atau berita yang menyebutkan hasil perolehan suara Pemilu 2019 luar negeri adalah hoax. Meskipun pemungutan suara luar negeri sudah mulai dilaksanakan pada 8 sampai 14 April 2019, namun hasil perolehan suara pemilu LN (real count) baru dapat diketahui setelah proses penghitungan suara 17 April 2019 selesai. 

"Bila sekarang ini beredar kabar tentang perolehan suara pemilu LN, dapat dipastikan hasil tersebut bukan hasil resmi atau real count yang dilakukan oleh Panitia Penyelenggara Luar Negeri atau PPLN dan Panitia Penyelenggara Pemungutan Suara atau KPPSLN," ujar Hasyim dalam keterangannya, Rabu (10/4/2019). 

Hasyim mengungkapkan bahwa kegiatan pemungutan suara Pemilu 2019 di luar negeri dilaksanakan sebagaimana jadwal dalam SK KPU Nomor 644/2019 yaitu early voting pada tanggal 8-14 April 2019. Kegiatan pemungutan suara di LN dilaksanakan dengan 3 metode, yakni memilih di TPSLN yg berada di kantor perwakilan RI (KBRI/KJRI/KDEI), memilih dengan Kotak Suara Keliling (KSK) yang bertempat di dekat pemukiman atau tempat kerja WNI dan metode pos.

"Namun, kegiatan penghitungan suara pemilu di LN tetap dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019 sesuai waktu setempat. Hasilnya, baru diketahui setelah proses penghitungan suara 17 April 2019 selesai," tandas dia.

Hasyim juga menyampaikan bahwa beberapa wilayah di luar negeri yang sudah dan sedang menyelenggarakan pemungutan suara, antara lain, di Sana'a pada Senin 8 April 2019, Panama City dan Quito pada Selasa, 9 April 2019, serta Bangkok dan Songkhla pada 10 April 2019.

"Selain jadwal tersebut, kegiatan pemungutan suara di LN belum dilaksanakan. Dengan demikian terhadap kabar tentang perolehan suara pemilu di LN yg beredar luas di masyarakat adalah kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," pungkas dia

Ketua KPU Arief Budiman berharap polisi menangkap penyebar hoax tersebut tanpa perlu dilaporkan oleh KPU. "Saya berharap bisa nggak ya ini langsung ditindaklanjuti oleh polisi gitu loh. Ini kan jelas ya. Saya ingin katakan kalau hasil sebagaimana beredar ada hasil pemilu di luar negeri itu tidak benar. Karena penghitungannya baru akan dimulai tanggal 17 (April). Berarti ini hoax," kata Arief.

Arief mengatakan proses penghitungan hasil pemilu dilakukan usai seluruh daerah di Indonesia selesai melakukan pencoblosan di tanggal 17 April. Karena itu, Arief berharap agar polisi mengusut pelaku hoax tersebut tanpa didahului laporan, karena KPU sedang melakukan persiapan menjelang pemilu.

"Bisa nggak ya ini langsung ditangani atau ditangkap atau nggak harus pakai laporan. Karena kalau harus pakai laporan, terus terang saja prosesnya kan panjang. Kami sebetulnya energinya itu tidak banyak karena sudah tercurahkan tenaganya dengan persiapan persiapan pelaksanaan pemilu ini," kata Arief. (Ful)