Pendidikan Editor : Danar Widiyanto Kamis, 11 April 2019 / 09:31 WIB

Menyimpan Banyak Potensi, Indonesia Miliki 1.307 Start Up

JAKARTA, KRJOGJA.com - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) menggelar Start Up Summit (ISS) dengan memamerkan 60 karya generasi milenial melalui startup. ISS diselenggarakan untuk mengumpulkan para inovator, pelaku industri dan investor untuk mengembangkan start up Indonesia. 

Mentristek Dikti Mohamad Nasir mengatakan, pada 2004-2014 Iran berhasil mengembangkan 1.000 startup. Namun, kini Indonesia mampu melebihi Iran dengan mencetak 1.307 start up selama empat tahun. "Dari tahun ke tahun Alhamdulillah di 2019 Indonesia bisa menghasilkan 1.307 start up melebihi Iran," ujarnya saat membuka ISS di JI-Expo Kemayoran, Jakarta, Rabu (10/4/2019). 

Hal ini bisa dicapai Indonesia dengan belajar dari negara lainnya seperti Korea Selatan, Jepang, dan Uni Eropa. Karenanya Presiden langsung meminta Menteri Keuangan mengalokasikan anggaran khusus untuk pengembangan start up. "Sekarang di Indonesia saya belajar dari Korsel, Jepang, dan Eropa. Setelah dipelajari saya liat potensi Indonesia yang sangat besar," kata Nasir. 

Saat ini beberapa start up Indonesia bahkan sudah memiliki omzet Rp 1 miliar-Rp 7 miliar dalam empat tahun. Start up Indonesia berasal dari bidang pangan dan pertanian, teknologi informasi, hingga transportasi. "Dari transportasi kita sudah menghasilkan transportasi darat motor listrik yang disebut Gesit. Ini luar biasa. Ini prinsipal pertama kali di dalam negeri. Maka kalau kita sebut motor listrik ingat Gesit," ucapnya.

Sementara dari transportasi laut, start up Indonesia membuat kapal plat datar yang saat ini sedang berlayar dari Jakarta menuju Bintuni Papua. "Ini luar biasa. Bahkan mengarungi laut yamg ombaknya 14 meter. Nahkoda yang 15 tahun melaut mencoba kapal ini katanya baru kapal ini yang nyaman dikendarai," ujarnya.(Ati)