DIY Editor : Ivan Aditya Rabu, 10 April 2019 / 20:33 WIB

Kawanan Kera Rusak Tanaman di Gunungkidul

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Ratusan petani di Kecamatan Tepus, Paliyan, Saptosari Kabupaten Gunungkidul mengeluhkan ulah ratusan kera ekor panjang (Macaca fascicularis) yang kembali mulai merusak tanaman pangan jenis ketela dan jagung. Untuk mengantisipasi serangan kera ekor panjang kini pemilik terpaksa menunggui tanaman di ladang agar tidak menjadi sasaran kera ekor panjang.

”Persediaan makanan kera pada habitatnya berkurang hingga menyebabkan satwa tersebut menyerang tanaman pangan,” kata Supardi, warga Kecamatan Tepus.

Dari segerombolan kera ekor panjang paling nekat yang berada di sekitar Pantai Nglambor dan Dusun Sureng, Purwodadi, Tepus, Saptosari dan Kecamatan Paliyan yang kini sebagian menyerang tanaman pangan. Kawanan kera ini semula berada di habitatnya sekitar perbukitan dan goa sekitar pantai.

Tetapi karena persediaan makanan di kawasan habitatnya berkurang kemudian masuk ke ladang yang banyak tanaman ketela, jagung dan sebagian palawija. Karena keberadaannya menimbulkan ancaman kerugian petani upaya menghalau agar kembali ke habitatnya. Kawanan kera tersebut memasuki ladang terutama pada pagi dan sore hari.

”Karena warga takut melanggar undang-undang lingkungan hidup dan pelestarian binatang dilindungi, binatang liar ini hanya diusir kembali ke habitatnya,” imbuhnya.

Serangan kera ekor panjang beberapa waktu lalu juga menyerang Desa Purwodadi dan terjadi di dua dusun. Kera yang berjumlah ratusan ini hanya bisa diantisipasi dengan dihalau dengan cara dilempari batu.

Itu saja warga mengaku kewalahan dengan banyaknya kera ini. Bebebara tahun lalu Pemkab Gunungkidul pernah mendatangkan suku Badui dari Jawa Barat untuk menangkap kera ekor panjang untuk mengurangi populasi. Tetapi lantaran jumlahnya cukup banyak kini populasinya meningkat drastis dan membuat warga resah.

Sementara itu kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Gunungkidul, Ir Bambang Wisnu Broto mengatakan, hingga saat ini secara resmi belum ada laporan terkait kerusakan lahan pertanian yang disebabkan oleh kera ekor panjang.Terkait dengan serangan kera ekor panjang ini pihaknya mengimbau masyarakat bisa belajar dengan menjaga alam agar kera ekor panjang tersebut tidak meninggalkan habitat.

Dengan cara banyak menanam tanaman buah-buahan sekitar kawasan hunian agar kera ekor panjang tidak berpindah. ”Masuknya kawanan kera ekor panjang ke lahan tanaman pangan akibat persediaan makanan pada habitatnya berkurang,” terangnya. (Bmp)