DIY Editor : Ivan Aditya Rabu, 10 April 2019 / 18:32 WIB

Lahan Rumah Makan Pak Parto di Kaliurang Disengketakan

SLEMAN, KRJOGJA.com - Rumah Makan Pak Parto yang terletak di daerah wisata Kaliurang Pakem Sleman terancam tidak bisa melanjutkan usahanya karena sengketa tanah yang diklaim oleh PT Anindya Mitra Internasional (AMI) yang merupakan BUMD milik Pemda DIY. Direktur PT AMI, Dyah Puspitasari telah mengeluarkan Surat Teguran I pada 6 Maret 2019, ke II pada 22 Maret 2019 dan ke III pada 2 April 2019.

Dari informasi yang diperoleh adapun isi surat tersebut ialah meminta supaya pengelola Rumah Makan Pak Parto segera mengosongkan lahan dan bangunan yang ditempatinya. Kuasa hukum pengelola Rumah Makan Pak Parto, Halimah Ginting SH mengatakan rumah makan tersebut telah menjadi contoh nyata keberhasilan usaha oleh masyarakat lokal Kaliurang dan dirintis oleh Alm Partowirono dan Ny Partowirono dan saat ini diteruskan oleh Tri Suratin.

Halim menambahkan, usaha yang berdiri sejak 1958 itu telah menjadi ikon wisata kuliner Yogyakarta dan menjadi kebanggaan warga masyarakat Kaliurang dan sekitarnya. Pihak PT AMI dianggap secara sewenang-wenang mengklaim bangunan seluas 450 meter persegi itu miliknya.

“Padahal bangunan itu berdiri di atas lahan kosong tak bertuan dan dibangun secara bertahap sejak 1958 oleh Almarhum Bapak Partowirono dan Ibu Partowirono dan diteruskan oleh Almarhum Bapak Sugeng Kartisuroto dan Ibu Tri Suratin hingga saat ini,” katanya kepada KRJOGJA.com, Rabu (10/04/2019).

Putra pemilik Rumah Makan Pak Parto, Mimin Dwi Hartono menambahkan pengaduan juga sudah disampaikan melalui surat kepada Sri Sultan HB X dan secara langsung kepada GKR Hemas. Ia berharap Raja dan Ratu Kraton Yogyakarta itu memberikan perlindungan atas keberadaan Rumah Makan Pak Parto sebagai ikon kuliner yang telah berusia 61 tahun. (Ive)