Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 10 April 2019 / 21:32 WIB

Tepat, Keputusan Mendag Tolak Impor Bawang Putih

JAKARTA, KRJOGJA.com  - Keputusan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita yang menolak memberikan izin impor 100 ribu ton bawang putih oleh Perum Bulog, dinilai tepat. Selain kebijakan itu dinilai memberikan keberpihakan bagi para petani, seharusnya pemerintah mengoptimalkan dulu penggunaan cadangan bawang putih yang masih ada.

Namun yang perlu dilakukan oleh pemerintah saat ini bukanlah melakukan impor, melainkan memaksimalkan operasi-operasi pasar.

"Saya pikir lebih baik kita menolak impor dulu. Selain itu kita maksimalkan operasi pasar, karena bisa saja bawang putih masih ada di pasaran," kata Ketua Serikat Petani Indonesia, Henry Saragih di Jakarta, Selasa, (8/4).

Menurutnya, langkah Mendag untuk mengeluarkan keputusan tersebut diyakini bukan karena tanpa alasan. Pasalnya, Kementerian Perdagangan dipastikan mengetahui secara persis keberadaan stok dipasaran.
"Kemendag juga yang tahu ada atau tidaknya stok bawang putih di pasaran," tambahnya. 

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Azam Azman Natawijaya mengatakan, keputusan Mendag untuk tidak memberikan izin impor kepada Bulog merupakan kewenangan sepenuhnya. Namun, hal itu tentunya harus didukung dengan data yang akurat. "Harus dengan data. Kalau Mendag bilang tidak perlu impor, ya tidak usah dilakukan, namun harus yakin bahwa impor itu tidak perlu, karena harga-harga di pasar itu, semua ada di tangan Mendag,” ujarnya. 

Meski demikian, dikatakan, Kemendag memiliki kewajiban juga untuk memastikan dan mengatur distribusi dan stabilitas harga komoditas. Sehingga sah-sah saja jika Mendag menyatakan tidak perlu impor bawang putih.  "Kalau mendag bilang tidak perlu impor ya silakan saja," ujarnya

Lebih lanjut dia tetap mempertanyakan penunjukkan impor kepada Bulog itu. Untuk impor bawang itu ada syarat tanam 5 persen, kemudian Bulog dikecualikan, dasarnya apa dia dikasih pengecualian.

“ Kalau tidak ada dasarnya kenapa dilakukan semua harus ada dasar hukumnya, jangan like dan dislike, jadi kalau semua ada dasar hukumnya, negeri ini aman," tegasnya.  ( Lmg)