Hiburan Editor : Danar Widiyanto Rabu, 10 April 2019 / 16:10 WIB

Para Pensiunan: 2049, Kritik Sosial Politik dengan Tontonan Segar

PENAMPILAN Teater Gandrik yang membawakan lakon 'Para Pensiunan: 2049', di hari kedua, Selasa (9/4/2019) malam di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta mampu mengundang gelak tawa penonton yang memenuhi gedung. Dengan cerdas dan jenaka, Gandrik menyuguhkan tontonan panggung yang sarat kritik sosial dan politik, namun dikemas menghibur dari awal hingga akhir yang di luar dugaan.

Pementasan didukung Bakti Budaya Djarum Foundation dengan tim kreatif Butet Kartaredjasa, Agus Noor, Susilo Nugroho, dan G Djaduk Ferianto juga melibatkan para seniman Indonesia, Purwanto, Indra Gunawan, Sukoco, Sony Suprapto Beny Fuad Hermawan, Arie Senyanto (Pemusik), Ong Hari Wahyu (Penata Artistik), Feri Ludiyanto (Tim Properti), G Djaduk Ferianto, Rulyani Isfihana, Jamiatut Tarwiyah (Penata Kostum), Dwi Novianto (Penata Cahaya), serta Antonius Gendel (Penata Suara) ini selanjutnya  akan tampil di Jakarta, 25-26 April 2019 di Ciputra Artpreneur Teater.

Membawakan kisah masa depan di Tahun 2049 saat Undang-Undang Pemberantasan Pelaku Korupsi (Pelakor) diberlakukan secara konstitusional. Siapapun yang mati wajib memiliki Surat Keterangan Kematian yang Baik (SKKB). Jenazah Mr Doorstoot (Butet Kertaredjasa) yang  merupakan pensiunan orang besar tidak bisa dimakamkan karena tidak memiliki SKKB.

Penjaga Kubur, Kerkop (Susilo Nugroho) menolak pemakaman, hingga terjadi keributan dengan dialog mengundang tawa dengan keluarga, juga pensiunan yang ikut melayat diantaranya Pensiunan Hakim, Pensiunan politisi dan lainnya. Ada juga Tim Penggali Kubur, dengan paket doa yang bisa dipesan. 

"SKKB ada, tidak bisa dimakamkan, jadi ditaruh saja nanti akan diurus MR Onderdeel (Jujuk Prabowo) yang akan mengangkut seperti sampah, dan nanti bisa diolah lagi jadi Abon Sripah," ketus Kerkop yang diiringi munculnya sosok Mr Onderdeel yang membawa gerobag sampah dengan penampilan menyeramkan dan bisa muncul sewaktu-waktu.

Tidak tahan, Jenazah Doorstoot bangkit lagi dan berusaha mencari SKKB dengan mencari koleganya. Kemampuan Butet menirukan suara khas Presiden Kedua RI Soeharto juga mewarnai dialog saat  bertemu tokoh-tokoh pensiunan politik, termasuk yang pernah melengserkannya, juga bertemu Jacko (Sepnu Heryanto) menantunya yang sudah menjadi tokoh pemimpin politik.

Sebagai perancang UU Pelakor semasa hidupnya, Doorstoot kemudian bersekutu dengan koleganya para pensiunan yang juga resah dengan masa depan mereka bila mati,  bersekutu dengan lawan politik, juga istri-istri pensiunan hingga kemudian muncul SKKB untuk Kerkop yang mendapat izin dimakamkan meski masih hidup.

Penampilan pemain lainnya seperti Rulyani Isfihana, Gunawan Maryanto, Citra Pratiwi, Feri Ludiyanto, Jamiatut Tarwiyah, Nunung Deni Puspitasari, Kusen Ali, M Yusuf ‘Peci Miring’, M Arif ‘Broto’ Wijayanto, Muhamad Ramdan, dan Akhmad Yusuf Pratama masing-masing dengan kekuatan karakternya membuat tontonan Teater Gandrik ini terasa segar dan tidak membosankan hingga akhir acara. (M-3)