Jateng Editor : Agus Sigit Rabu, 10 April 2019 / 15:04 WIB

Spanduk Tomponen Amplope Marak, 'People Power' Ala Sragen

SRAGEN, KRJOGJA.com - Sepekan Jelang Pemilu, di berbagai wilayah Sragen marak bermunculan spanduk ajakan menolak politik uang. Spanduk itu bertebaran di ruang publik dan terpasang di beberapa kecamatan seperti Sragen, Sidoharjo, dan Masaran.

Spanduk itu diketahui terpasang sejak tiga hari terakhir. Kalimat yang ditulis cukup menggelitik namun intinya mengarahkan masyarakat untuk memilih calon pemimpin dan wakil rakyat bukan karena tembakan uangnya. Spanduk itu bertuliskan 'Amplope Tomponen Ojo Mbok Pilih Wonge lan Partaine'.

Spanduk tolak politik uang itu dipasang di pinggir jalan, di gapura pintu masuk dan beberapa ruang publik lainnya. "Nggak tahu yang masang siapa tapi banyak di beberapa lokasi. Tapi kalau saya sih melihatnya bagus saja. Uangnya diterima jangan dipilih orangnya karena kalau calonnya saja sudah money politics, nanti kalau jadi juga akan cari 'pulihan'," ujar Ahmad, salah satu warga Desa Taraman, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Rabu (10/4).

Sementara dari pantauan, spanduk ajakan tolak 'money politics' ternyata dipasang oleh relawan-relawan salah satu Caleg dari PKB, Fathurrohman. Fatur, sapaan akrabnya, tak menampik jika spanduk-spanduk itu dibuat secara mandiri oleh para relawannya di beberapa wilayah utamanya di Sidoharjo, Masaran dan Sragen.

Menurutnya spanduk itu dibuat atas inisiatif dan didanai warga sendiri. Hal itu sebagai bentuk perlawanan terhadap upaya 'money politics' pada Pemilu 17 April 2019 nanti. "Menurut kami itu bagus untuk penyadaran masyarakat. Bahwa memilih pemimpin dan calon wakil rakyat mestinya tidak memandang karena uangnya. Ini untuk pembelajaran berdemokrasi dan pendidikan politik yang baik untuk masyarakat," ujar Fatur. (Sam)