DIY Editor : Danar Widiyanto Selasa, 09 April 2019 / 13:21 WIB

Kecewa, Dua Driver Taksi Online 'Mogok Makan'

YOGYA, KRJOGJA.com - Dua pengemudi taksi online dari Front Independen Driver Online Indonesia (FI) yakni Andi Kartala dan Sadar Gimbal melakukan aksi mogok makan Selasa (9/4/2019) di halaman Kantor Perwakian PT Karya Anak Bangsa DIY kawasan Giwangan Yogyakarta. Mereka memprotes kebijakan perusahaan penyedia taksi online baik Go-Jek maupun Grab yang dinilai memberatkan para pengemudi. 

Keduanya menutup rapat mulut menggunakan lakban dan duduk di depan kantor di bawah tempat berteduh yang dipasang rekan-rekan sesama driver. Sebelum melakukan aksi, keduanya kompak mengatakan akan berhenti makan hingga tuntutan para driver terkait beberapa hal penting seperti skema insentif, open suspend dan order prioritas dihapuskan. 

Ardi Syihab, koordinator aksi mengungkap aksi mogok makan merupakan akumulasi kekecewaan para driver karena merasa dijadikan alat saja oleh penyedia aplikasi tanpa dimintai pendapat. Salah satu yang menjadi sorotan yakni alokasi order prioritas yang dinilai tak adil bagi driver. 

“Di sini kami tak hanya protes Gojek tapi juga Grab yang menerapkan aturan sama. Aksi hari ini paling pokok karena keadaan di lapangan sangat memprihatinkan. Selama satu hari penuh bekerja kami bisa tak dapat order selama tiga bulan terakhir ini. Banyak yang sampai 1-2 minggu tak dapat hasil yang selayaknya. Padahal kita sudah keliling pindah sana-sini, ganti hp dan ganti lokasi tapi sama saja,” ungkapnya. 

Ardi mengungkap aksi mogok makan tersebut mendapat dukungan dari driver-driver di kota lain yang secara langsung hadir ke Yogyakarta. “Ini ada dari Jakarta, Solo dan Bandung yang datang. Mereka menyampaikan dukungan dan berharap berbuah hasil,” tandasnya. 

Sementara secara terpisah Alfianto Domy Aji, Head of Regional Corporate Affairs Go-Jek mengatakan pihaknya menghormati aspirasi dari seluruh mitra di Yogyakarta meski salah satu peserta dinilai bukan lagi mitra setelah mendapatkan suspend karena kasus tertentu. Go-Jek menurut Domy sebelumnya telah membuka ruang diskusi dua arah melalui kopdar yang mana mitra bisa menyampaikan aspirasi. 

“Perlu disampaikan, kami selalu membuka ruang diskusi dua arah antara mitra pengemudi dan manajemen melalui Kopdar dimana Mitra bebas menyampaikan aspirasi dan masukan mereka. Namun apapun kami tetap menghormati aspirasi mitra kami karena itu diatur dalam undang-undang. Dalam aksi hari ini, kami memberikan tempat teduh yang layak bagi penyampai aspirasi dan menyiagakan tenaga medis berikut ambulan untuk memastikan kondisi kesehatannya dalam keadaan baik,” terangnya. 

Ditambahkan Domy, selama aksi mogok makan pun pihaknya menyediakan fasilitas tenda yang digunakan oleh peserta aksi, ambulance,  dan sebagainya  untuk 'nguwongke' peserta aksi.

Terkait tuntutan dalam aksi tersebut, Domy menyampaikan pihaknya mengatakan telah melakukan upaya maksimal untuk meningkatkan pelayanan pada pengguna dan mitra dari berbagai aspek. Go-Jek menampik adanya sistem order prioritas yang dinilai memberatkan mitra driver seperti dikeluhkan dalam aksi. 

“Tidak ada order sistem prioritas karena Go-Jek berkomitmen untuk terus meningkatkan kemudahan dan kenyamanan mitra driver dalam bekerja. Sejalan dengan hal tersebut, kami telah menerapkan sistem alokasi order yang baru. Pada sistem yang baru ini, kedekatan dengan titik lokasi bukanlah satu-satunya parameter dalam pembagian order. Order yang dibuat oleh konsumen akan disebarkan kepada mitra yang berada pada radius tertentu. Kemudian, mitra yang paling rajin (tidak pilih-pilih order) dan memiliki rating tinggi berpeluang lebih besar untuk mendapatkan order tersebut,” tandasnya. (Fxh)