Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Selasa, 09 April 2019 / 03:10 WIB

Lawan Diskriminasi Sawit oleh Uni Eropa, Malaysia - Indonesia Kompak

JAKARTA, KRJOGJA.com - Indonesia terus berupaya melawan kampanye hitam yang dilancarkan oleh Uni Eropa terhadap produk sawit.

Dalam menjalankan upaya perlawanan dan protes, Indonesia tidak hanya bergerak sendiri tapi juga terlibat dengan negara-negara lain yang juga dirugikan oleh kebijakan Uni Eropa.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, Senin (8/4/2019) mengatakan, baru-baru ini Presiden Joko Widodo alias Jokowi telah menandatangani surat bersama PM Malaysia, Mahathir Mohamad. Surat tersebut akan dilayangkan ke pihak Uni Eropa.

"Soal sawit kemarin presiden sudah tandatangani surat bersama antara presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Mahathir," kata dia.

Menurut mantan Menko Polhukam ini, surat yang ditandatangani Presiden Jokowi tersebut, berisikan poin-poin keberatan terhadap rencana Uni Eropa mem-band produk sawit.

"Tentang keberatan kita terhadap rencana Uni Eropa mem-band sawit Indonesia, atau sawit dunia lah," ujar dia.

Luhut pun menegaskan pemerintah memandang rencana Uni Eropa melarang produk sawit adalah persoalan serius. Sebab berkaitan dengan hajat hidup sekitar 20 juta petani sawit di Indonesia.

"Dari kaca mata kita itu menyangkut nasib 20 juta petani," kata dia.(*)