Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 08 April 2019 / 16:06 WIB

AHY Bantah Dilarang Kampanyekan Prabowo-Sandi

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membantah dirinya dilarang mengampanyekan pasangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga S Uno. 

AHY menjelaskan maksud Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait kampanye Prabowo.  “(Tidak datang kampanye) karena pribadi saya sendiri. Tidak pernah ada larangan dari siapapun. Apalagi dari orangtua (SBY). Beliau selalu memberikan keleluasaan bagi anaknya, untuk mengambil keputusan,” kata AHY di Tamansari Resto, Colomadu, Karanganyar, Senin (8/4).

BACA JUGA :

SBY Kritik Kampanye Prabowo, Begini Alasannya

Kampanye Salam Dua Jari di Jalan Yogya-Solo

Ketidakhadiran AHY di kampanye nasional Prabowo-Sandi beberapa waktu lalu lantaran faktor kesehatan. Ia memutuskan beristirahat untuk mengembalikan kondisinya yang sempat menurun. Apalagi, ia masih harus menjaga ibundanya, Ani Yudhoyono, yang terbaring sakit di Singapura.

Disinggung mengenai surat SBY yang menyebut kampanye Prabowo-Sandiaga tidak lazim dan tidak mencerminkan kampanye nasional yang inklusif, AHY memastikan hal itu tidak berarti larangan bagi dirinya mundur dari kampanye nasional pasangan 02. SBY melayangkan surat itu ke Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin, Waketum Syarief Hasan dan Sekjen PD Hinca Panjaitan. Meski AHY absen, namun ia memastikan Partai Demokrat hadir melalui perwakilannya dan tetap teguh di koalisi pengusungan Prabowo-Sandi.

“Koalisi solid. Kita utus ada wakil ketua umum pak Syarif Hasan, ada pak sekjen, ada kader-kader yang terlibat langsung dalam BPN. Toh sebelumnya saya sudah hadir di kampanye di Jabar. Menunjukkan saya juga secara aktif terlibat dalam koalisi,” lanjutnya.

Mengenai surat SBY ke tiga tokoh internal itu, AHY tak menyoalkannya diketahui publik. Ia justru menganggap itulah kesempatan SBY menyampaikan pesan perdamaian dan persatuan Indonesia yang tak boleh dirusak oleh kepentingan politik sesaat.

“Kita berterima kasih ke pak SBY. Sebagai bapak bangsa, ia mengingatkan kita semuanya, terutama para pemimpin, para elite politik, jangan sampai pemilu 2019 ini, menjurus pada polarisasi yang berdampak pada benturan sesama anak bangsa. Apalagi jika diperkuat narasi politik identitas. Itu yang diingatkan beliau,” katanya.

Ia menyebut SBY menekankan pentingnya inklusifitas. Di tingkat nasional, pemimpin diharapkan mengayomi semua kalangan dan golongan.

“Kemarin yang diingatkan pak SBY adalah jangan sampai seolah-olah menjadi eksklusif. Dan ini tentunya tidak baik, kita berharap pemimpin bangsa Indonesia akan berdiri di atas semua golongan akan terus memperjuangkan semua kepentingan,” katanya. (Lim)