Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 08 April 2019 / 15:07 WIB

Ingin Jadikan Anak ASN di Kemenkes, Sugimin Malah Tekor

PURBALINGGA, KRjogja.com - Sugimin (56), warga Desa Bojong Kecamatan Mrebet Purbalingga kehilangan uang Rp 25 Juta. Uang itu diserahkan kepada SS (59) yang menjanjikan bisa mendapatkan pekerjaan untuk anaknya, Yuli Retnosari  di lingkungan Kementerian Kesehatan. Saat ini SS telah mendekan di sel Mapolres Purbalingga.

"Pembayaran dilakukan bertahap. Pertama pada 6 Mei 2016 sebesar Rp 10 Juta. Kemudian pada 15 Juli sebesar Rp 15 Juta," tutur Kasat Reskrim Polres Purbalingga AKP Willy Budiyanto, dalam jumpa pers di Mapolres Purbalingga, Senin siang (8/4/2019).

Sugimin percaya terhadap janji SS karena sebelumnya SS telah menyerahkan satu lembar petikan Surat Keputusan (SK) Menteri Kesehatan RI tentang pengangkatan Yuli Retnosari menjadi calon PNS Kementerian Kesehatan dan ditempatkan di Purbalingga. 

Selain petikan SK, tersangka juga menyerahkan satu lembar surat pernyataan melaksanakan tugas dari Biro Kepegawaian Kemenkes yang menyebutkan Yuli sudah nyata melaksanakan tugas di lingkungan Kemenkes di Purbalingga. Semua dokumen dari Kemenkes ternyata palsu.

"Dengan dokumen-dokumen itu, tersangka meyakinkan Sugimin bahwa Yuli tinggal menunggu panggikan untuk bekerja, dan meminta yang sebesar Rp 25 Juta," ujar Willy.

Sayangnya, setelah bertahun-tahun menunggu, panggilan kerja tak kinjung datang. Sugimin mulai curiga dan melapor ke Polsek Mrebet. Berdasar laporan dan sejumlah barang bukti itu, tim Reskrim Polres Purbalingga bergerak dan meringkus SS di rumahnya.

Selain menahan tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa dua lembar kwitansi dan surat surat dari Kemenkes tersebut. Tersangka SS dijerat dengan Pasal 378 KUHP subsider Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun kurungan penjara.  (Rus)