DIY Editor : Ivan Aditya Senin, 08 April 2019 / 00:01 WIB

Prajurit Korem Pamungkas jadi Korban Pengeroyokan Massa

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 403 Wirasada Pratista (WP), Serka Setyo Budi Haryanto menjadi korban penganiayaan yang dilakukan sekelompok massa saat melintas di Jalan Wates kawasan Desa Bantar Sentolo Kulonprogo, Minggu (07/04/2019). Serka Setyo dikeroyok saat tengah mengambil gambar menggunakan ponsel ketika terjadi keributan di sekitar lokasi. Selain Serka Setyo yang menjadi korban, massa juga menganiaya anggota Panwaslu Sentolo bernama Janarta serta merusak rumah warga.

Saat kejadian Serka Setyo yang tengah diperbantukan di Korem 072 Pamungkas sebagai Intel ini tengah memantau perjalanan konvoi massa di Jalan Wates. Ketika itu ia melihat ada keributan di sekitar Jembatan Bantar tak jauh dari tempat Serka Setyo berdiri.

Serka Setyo bersama anggota Panwaslu Sentolo, Janarta segera mendekat ke lokasi keributan. Ia kemudian mengeluarkan ponsel miliknya lalu mengabadikan kejadian itu sebagai bahan laporan.

Massa tersebut tak terima aksinya diabadikan dan diambil gambarnya. Mereka langsung mendatangi Serka Setyo dan Janarta lalu mengeroyok keduanya menggunakan tangan kosong serta benda tumpul.

Serka Setyo sempat mengatakan jika dirinya merupakan prajurit TNI AD, namun massa tak mempedulikannya dan terus menghajar kedua korban. Keduanya terus mendapat pukulan hingga akhirnya mereka berhasil menyelamatkan diri dengan masuk perkampungan, namun massa terus mengejarnya.

Kedua korban akhirnya berhasil diselamatkan oleh warga. Massa yang tak dapat menemukan korban kemudian melampiaskan kemarahannya dengan merusak rumah-rumah warga maupun mobil serta motor yang ditemuinya.

Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 072 Pamungkas, Mayor (Arm) Mespan membenarkan adanya penganiayaan terhadap salah seorang prajurit TNI AD tersebut. Usai kejadian korban langsung dilarikan RS Nyi Ageng Serang untuk mendapatkan perawatan.

"Benar, ada anggota prajurit kami yang menjadi korban pengeroyokan dan penganiayaan. Korban selamat walau harus menderita luka pada bagian kepala," ungkapnya.

Mespan menyerahkan sepenuhnya pengusutan kasus tersebut kepada pihak Kepolisian. Ia menegaskan, walau salah seorang prajuritnya menjadi korban namun jajaran TNI AD tetap pada komitmennya untuk terus menjaga keamanan selama masa pemilu.

Akibat kejadian itu Serka Setyo mengalami luka sobek di kepala bagian belakang dan harus mendapat 7 jahitan serta luka sobek di pergelangan tangan kiri sepanjang 5 cm. Sedangkan Janarta mengalami luka sobek di bagian kepala dan mendapat 5 jahitan. (Van)