Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Senin, 08 April 2019 / 02:10 WIB

Sengketa Ruang Udara Antara Singapura dan Malaysia Berakhir

MALAYSIA, KRJOGJA.com - Pemerintah Singapura dan Malaysia mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perselisihan mengenai ruang udara yang sudah berlangsung berbulan-bulan, kata menteri perhubungan kedua negara bertetangga itu dalam pernyataan bersama pada Sabtu (6/4/2019).

Berdasarkan kesepakatan itu, Singapura akan menghentikan prosedur-prosedur sistem instrumen pendaratan di Bandar Udara Seletarnya, sedangkan Malaysia akan membuka kawasan terlarang dekat perbatasan kedua negara tersebut.

"Singapura akan menarik prosedur-prosedur Instrument Landing System bagi Bandara Seletar dan Malaysia akan menangguhkan tanpa batas kawasan terlarangnya di Pasir Gudang," demikian pernyataan Menteri Perhubungan Malaysia Anthony Loke dan Menteri Transportasi Singapura Khaw Boon Wan, Minggu (7/4/2019).

Ini akan mengizinkan anak perusahaan Malaysia Airlines Firefly memulai operasi di Bandara Seletar bulan ini, kata pernyataan tersebut. Laporan-laporan media menyebutkan maskapai itu menunda rencana-rencananya untuk terbang dari Bandara Seletar tahun lalu karena ada perselisihan itu.(*)