Kisah Inspiratif Editor : Danar Widiyanto Minggu, 07 April 2019 / 22:10 WIB

Jadi Idola, Dokter Ganteng Ini Takut Mengecewakan

YOGYA. KRJOGJA.com - Muda, ramah dan ganteng. Tiga kata tersebut yang dapat mewakili sosok pria bernama lengkap dr RM Wiskara Jatipradresthya. Dokter muda yang baru saja hadir dalam talkshow singkat untuk memperingati hari kesehatan dunia di Toege Jogja Festival (TJF). Dr Wiskara ternyata menjadi buah bibir para ibu-ibu loh, mau tahu siapa dia? Yuk kenal lebih dekat siapa sih dr Wiskara.

Dokter yang berpenampilan menarik, biasanya mampu menarik minat banyak pasien untuk berobat dan melakukan konsultasi secara rutin. Terutama dari kalangan perempuan. Karena tidak bisa dipungkiri, selain sikap dan perilaku yang ramah, memiliki wajah ganteng menjadi nilai plus tersendiri bagi seorang dokter.

Kenalkan, namanya dr RM Wiskara Jatipradresthya biasa disapa dengan sebutan dr Dimas. Kepada KRJOGJA.com dr Dimas menuturkan, profesi yang digeluti saat ini merupakan hasil dari pendidikanya sewaktu kuliah di Universitas Galah Mada (UGM) di Fakultas Kedokteran. "Di UGM saya masuk angkatan 2012, dan sekarang baru usia 23 tahun," tutur dr Dimas saat ditemui. 

Pria kelahiran Surabaya, 20 Januari 1995, belum lama ini sudah mendapat julukan dokter. Sejak Sekolah Menengah Atas, ia sudah menginjakan kakinya di Kota Gudeg. "Mungkin 11 tahunan yah saya sudah tinggal di Yogya kira-kira dari SMA," ucapnya.

Memilih profesi sebagai dokter dikarenakan mengikuti jejak orang tuanya yang juga dokter. Sejak kecil ia menceritakan sudah dikenalkan dengan aktivitas kedokteran, dan melihat lebih dalam sisi kemanusiaan yang ada pada diri seorang dokter. "Saya rasa menjadi dokter tidak selalu tentang uang dan uang tapi jiwa membantu manusia itu lebih tinggi ketimbang itu," ungkapnya.

Selain berprofesi dokter, ia juga sebagai seorang pembisnis. Namun baru-baru ini ia juga sedang mengembangkan starup digital, salah satu langkah inovasi untuk membangun pendidikan kesehatan lewat media. 
 
Dimas menceritakan bagaimana kesehatan masyarakat sekarang banyak yang terkena penyakit tidak menular dan ini banyak dialamai masyarakat khususnya kalangan muda. Pasalnya penyakit seperti diabetes, penyakit jantung dan sebagainya  kebanyakan disebabkan karena makanan yang dikonsumsi. 

Melihat makanan Indonesia memang beranekaragam rasanya, ditambah dengan kebiasaan setiap orang. Biasanya bangun, masyarakat langsung mengonsumsi minum teh dengan porsi yang cukup banyak. Akibatnya nanti bisa menyebabkan penyakit, dan itu tidak bisa sembuh secara total seperti sediakala.

Berjiwa muda, dr Dimas juga menuturkan pentingnya masyarakat milenial menjaga kesehatan. "Anak muda juga sebagai targetnya, membantu orangtua, teman, untuk menjalankan misi gerakan masyarakat hidup sehat, jika generasi mudanya tidak membantu program germasnya, itu justru malah merugikan diri sendiri dan orangtuanya," katanya. 

"Kesannya menjadi dokter muda diusia sekarang, bukan bangga, tapi lebih ke harus siap untuk bertanggungjawab. Karena sekarang bukan hanya membawa diri sendiri tapi juga almamater, gelar, dan nama perusahaan, yang paling menakutkan adalah takut mengecewakan," pungkasnya. (Ive)