DIY Editor : Danar Widiyanto Minggu, 07 April 2019 / 19:30 WIB

Ulama DIY Gelar Istighosah, Nahdliyin Tak Boleh Golput

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Pengurus Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama (NU) DIY menggelar Istighosah dan Peringatan Harlah NU ke-96 di Pondok Pesantren Terpadu Al Mumtaz, Kerjan, Beji, Patuk Gunungkidul Minggu (7/4/2019). Dalam kegiatan tersebut, para ulama mengingatkan masyarakat khususnya Nahdliyin agar menggunakan hak pilih pada 17 April 2019 mendatang.

Ketua Pengurus Wilayah RMI NU DIY KH Fairuzi Afik Dalhar mengatakan bawasanya pemilu merupakan gawe besar NU juga. Hal tersebut menjadikan NU wajib ikut mensukseskan diantaranya dengan menggunakan hak pilih pada 17 April nanti.

“Komitmen kami sejak awal, bahwa NU dan seluruh jajarannya berkepentingan sekali agar pemilu kali ini berjalan dengan aman dan damai. Kami selenggarakan istigosah untuk memberikan ketenangan pada warga masyarakat khususnya Nahdliyin, dan terpenting satu jangan golput,” ungkapnya pada wartawan.

Fairuzi juga mengungkap bawasanya pemilu kali ini merupakan masa krusial bagi Indonesia. Pasalnya, mata dunia saat ini menyoroti Indonesia saat sedang melewati masa transisi demokrasi.

“Bukan hanya orang Indonesia melihat tapi seluruh dunia melihat bagaimana kita melewati transisi demokrasi. Kalau ini sukses kita semakin berani mengklaim sebagai negara dengan masyarakat Islam terbesar yang paling demokratis, Islam itu demokratis,” sambungnya.

Ulama NU menilai sampai saat ini adanya sinergi positif masyarakat dengan instansi penegak hukum mampu menjaga kondusivitas di wilayah DIY. “Saya berkeliling sampai tengah malam di Yogyakarta, Kulonprogo semua tenang tidak ada masalah, semoga kondisi ini berjalan terus kedepan,” sambungnya.

Fairuzi juga turut melempar harapan agar kondisi yang damai dan aman juga terjadi di media sosial. Pasalnya selama ini media sosial kerap dihiasi diskusi antar pendukung yang tak jarang menjadi awal pertentangan satu sama lainnya.

“Memang medsos bisa kita kawal betul agar pengguna medsos memberikan suasana ketenangan bukan membenturkan satu sama lain. Tapi saya pribadi meyakini, suasana akan tetap aman dan tidak akan terjadi benturan,” ungkapnya lagi.

Dalam gelaran doa bersama tersebut para santri juga melaksanakan deklarasi dengan isi diantaranya setia kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, menjaga toleransi di tengah kehidupan bermasyarakat, mendukung dan turut meuwujudkan Pemilu 2019 yang aman, damai, jujur, adil dan demokratis.

Para santri dan ulama juga berikrar menolak segala bentuk berita bohong atau hoax, ujaran kebencian yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan Indonesia serta selalu berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat demi terwujudnya situasi aman dan damai di Yogyakarta. (Fxh)