DIY Editor : Ivan Aditya Jumat, 05 April 2019 / 14:46 WIB

Perkantoran Pemerintah Bakal Dipusatkan di Siraman

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Rencana pembangunan gedung perkantoran terpadu seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seluas 12 hektare di Desa Siraman Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, segera dimulai. Bahkan pada tahun 2019 ini, pembangunan gedung perkantoran sudah akan dimulai dengan pembangunan gedung kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Dana senilai Rp 4 miliar sebagai pagu anggaran untuk konstruksi BPBD telah disiapkan. Selanjutnya usai perbaikan DED akan segera dilakukan tahapan lanjutan,” kata Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman Gunungkidul, Agus Subaryono.

Saat ini pembangunan gedung BPBD telah memasuki tahap penyempurnaan DED sebagai bahan acuan pembangunan. Pada minggu ke empat April 2019 ditargetkan perencanaan selesai. Kemudian pada Mei dilakukan lelang dan dilanjutkan dengan proses pembangunan.

Dikatakan, proses pelaksanaan pembangunan gedung BPBD ditargetkan untuk tahap pertama selesai dalam waktu 5 bulan kalender kerja. Sehingga kemudian di tahun-tahun berikutnya dapat segera terealisasi pembangunan gedung-gedung untuk perkantoran lain dan penyempurnaan fasilitas dan sarana prasarana yang memadahi.

Sementara untuk pemindahan gedung-gedung pemerintahan dan kantor pelayanan yang akan dipusatkan di Desa Siraman masih menunggu hasil master plan dari OPD masing-masing dan Bappeda Gunungkidul. Nantinya Desa Siraman menjadi pusat perkantoran pemerintah untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gunungkidul, Drajad Ruswandono mengatakan rencana pemindahan gedung perkantoran tersebut dengan harapan agar menjadi satu di kawasan terpadu yang kini terus dibahas. Hal ini dilakukan agar nantinya pelayanan terhadap masyarakat semakin mudah dan lancar.

Di sisi lain, perkantoran juga mengikuti perkembangan Kabupaten Gunungkidul yang semakin maju, sehingga gedung perkantoran yang lama dapat digunakan untuk kegiatan lain. Saat ini sudah disiapkan lahan sekitar 11 hingga 12 hektare di kawasan Desa Siraman yang kosong.

“Selain yang berada di ruas jalan utama kita juga mengacu pada kondisi beberapa dinas yang tidak memiliki lahan parkir. Sarana infrastruktur lainnya nantinya juga akan mengikuti termasuk fasilitas jalan,” terangnya. (Bmp)