DIY Editor : Ivan Aditya Jumat, 05 April 2019 / 11:19 WIB

Fintech Diharapkan Buka Akses Sumber Pembiayaan UMKM

YOGYA, KRJOGJA.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY mengharapkan kehadiran layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi atau financial technology (fintech) lending dapat semakin meningkatkan inklusi pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di DIY.

Fintech lending merupakan layanan pinjam meminjam uang secara langsung berbasis teknologi informasi antara kreditur dan debitur atau Pendanaan Gotong Royong Online yang dikenal sebagai Pinjaman Dalam Jaringan (Pindar). Kepala Bagian Industri Keuangan Non-Bank (INBK) Pasar Modal dan Efek OJK DIY Noor Hafid mengatakan, sekitar 49 juta unit UMKM secara nasional belum mendapat akses pembiayaan dari Industri Jasa Keuangan (IJK).

Fintech diharapkan dapat membuka akses sumber pembiayaan baru bagi UMKM yang tersebar di 17.000 pulau di tanah air. Terdapat 58,91 juta UMKM di Indonesia, tetapi baru 5 juta UMKM yang digital atau sekitar 6 persen yang melek teknologi.

"Keberadaan fintech dapat membantu UMKM yaitu sebagai platform penyedia pinjaman, semua proses dilakukan secara online, teknologi pembayaran secara massal. Fintech dapat mengecek pembayaran, teknologi memungkinkan pembayaran tagihan semakin mudah," ujar Noor Hafid.

Menurutnya, fintech lending terbukti meningkatkan penyaluran kredit khususnya ke sektor UMKM di Indonesia. Pengembangan fintech selama kurang dari dua tahun telah menambah Produk Domestik Bruto (PDB) dan menstimulus pertumbuhan. Pendanaan melalui fintech lending dapat menjadi alternatif bagi pelaku berkebutuhan khusus yaitu masyarakat dan/atau pelaku UMKM yang belum memiliki rekening perbankan, sehingga tidak dapat dilayani atau unbanked dan sudah memiliki rekening tapi belum dapat memperoleh pinjaman perbankan (underserved).

"Fintech lending yang terintegrasi dengan ekosistem mampu menjawab kebutuhan dasar pelaku usaha. OJK bersama Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) sedang membuat Pusat Data Fintech Lending (PUSDAFIL) yang memungkinkan setiap tahap proses bisnis tercatat dalam sebuah pusat data secara host-tohost sehingga pengawasan dapat dilakukan secara real time," pungkasnya. (Ira)