Ekonomi Agregasi    Jumat, 05 April 2019 / 02:12 WIB

Usai Grab, Go Jek Menjelma jadi Decacorn

JAKARTA, KRJOGJA.com  - Setelah Grab, kini perusahaan unicorn ojek online Go-Jek menjelma menjadi decacorn. Status decacorn didapuk setelah nilai valuasinya menembus angka USD10 miliar atau sekitar Rp140 triliun.

Hal itu seperti dikutip dari The Global Unicorn Club, Kamis (4/4/2019). Berdasarkan data tersebut, investor di balik kejayaan Go-Jek tercatat Allianz X, Astra International, BlackRock, Capital Group Companies, dan DST Global.

Jika dirunut, Go-Jek duduk di urutan ke-19 berdasarkan pemeringkatan CB Insights. Peringkat pertama terdapat perusahaan digital media Toutiao (Bytedance) dengan nilai valuasi USD75 miliar, kedua Uber dengan USD72 miliar dan ketiga Didi Chuxing USD56 miliar.

Per Januari 2019 ada lebih dari 300 unicorn di seluruh dunia. 7 di antaranya berasal dari Asia Tenggara. Sementara 3 di antaranya berasal dari Indonesia. Yakni, Tokopedia, Bukalapak, Traveloka dan Go-Jek (sebelum didapuk menjadi Decacorn).

Seperti diketahui, perusahaan startup memiliki 6 tingkat yang dihitung berdasarkan valuasi perusahaan.

1. Cockroach : startup masih dirintis sehingga nilai valuasinya pun masih rendah

2. Ponies : Valuasinya menembus USD10 juta atau sekira Rp140 miliar

3. Centaurus : Memiliki nilai valuasi USD100 juta atau sekitar Rp1,4 triliun

4. Unicorn : Startup yang memiliki nilai valuasi USD1 miliar atau sekitar Rp1,4 triliun

5. Decacorn : Nilai valuasinya USD10 miliar atau Rp140 triliun

6. Hectocorn : Startup yang memiliki nilai valuasi USD100 miliar atau sekitar Rp1.400 triliun. (*)