Jateng Editor : Danar Widiyanto Kamis, 04 April 2019 / 15:30 WIB

Potensi Bencana Alam Mengintai, Kodim Boyolali Siagakan Personel

BOYOLALI, KRJOGJA.com - Koramil di Boyolali melalui Bintara Pembina Desa (Babinsa) dioptimalkan untuk memantau dan membantu penanganan kejadian bencana, menyusul intensitas hujan tinggi yang terjadi akhir-akhir ini. 

Pada Kamis (4/4/2019), personel Koramil 14/Klego bersama polisi, Satpol PP dan masyarakat gotong-royong membereskan longsor tebing setinggi lima meter di Desa Sendangrejo, akibat hujan deras berkepanjangan di wilayah tersebut. Material longsor menimpa rumah Jamiatun (30), hingga membuat dinding rumah retak. Beruntung tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. 

Danramil Klego, Kapten Dakhri Oskandar mengatakan, begitu mendapat laporan adanya kejadian bencana, personel koramil langsung diterjunkan untuk melakukan penanganan. Koordinasi dengan pihak lain pun langsung dilakukan agar penanganan bisa maksimal. 

"Kita langusng turunkan personel untuk membantu penanganan kebencanaan, gotong royong dengan masyarakat, polisi, serta satpol pp," katanya sesuai dengan rilis yang diterima Kedaulatan Rakyat. 

Kecepatan tanggap bencana personel TNI tersebut merupakan instruksi langsung dari Dandim 0724/Boyolali, Letkol Kav Herman Taryaman. Beberapa waktu lalu, Dandim berpesan kepada anggotanya agar mewaspadai potensi bencana alam akibat curah hujan yang tinggi saat ini. Potensi bencana alam yang tinggi saat ini membuat personel Kodim harus selalu siaga dan siap diterjunkan sewaktu-waktu saat terjadi bencana. Para Babinsa pun harus rajin turun ke lapangan, baik untuk pengawasan ataupun penanganan kebencanaan. 

"Penanganan bencana dengan kerja bakti dan gotong-royong juga akan makin mempererat hubungan antara masyarakat dan TNI. Dengan demikian, komunikasi pun terjalin dengan baik sehingga bila ada peristiwa bencana, penanganan bisa dilakukan bersama-sama secara maksimal," pungkasnya. (Gal)