Gaya Hidup Editor : Danar Widiyanto Kamis, 04 April 2019 / 15:40 WIB

Bintang yang Berkelip di Angkasa Itu Ternyata...

TELESKOP Angkasa Luar Hubble milik NASA mendapatkan dua gambar menarik yang menampakkan galaksi Bimasakti dengan segala bintang-bintang yang bersinar terang.

Foto pertama yaitu sebuah galaksi yang disebut Messier 49, yang di dalamnya terdapat sekitar 200 miliar bintang. Namun, Hubble tidak dapat mengambil potret rinci dari sebagian besar titik-titik cahaya tersebut.

Sebagian besar bintang yang ada di dalam galaksi elips itu berusia sekitar 6 miliar tahun, dan yang berada di dalam 6.000 gugus bintang bola atau globular cluster bahkan lebih tua dari 6 miliar tahun.

Kemudian ada lubang hitam supermasif (supermassive black hole) di inti Messier 49, yang berisi massa 500 juta matahari. 

Foto kedua yakni galaksi Messier 28, yang pertama kali dikategorikan oleh astronom Prancis, Charles Messier, yang meninggal pada 1817. Akan tetapi sesungguhnya, ia tidak terlalu yakin dengan objek yang telah dilihatnya.

Messier 28 tampak bak corengan cahaya di dekat konstelasi Sagittarius jika dilihat dari Bumi. Messier 28 juga jauh lebih dekat ke Bumi daripada Messier 49 hanya 18.000 tahun cahaya dari Bumi.

Sebelumnya, teleskop Hubble juga menemukan bintang terjauh yang berjarak 9 miliar tahun cahaya. Bintang tersebut memiliki nama resmi MACS J1149+2223. Namun, para astronom menyebutnya dengan Icarus.

Menurut astrofisikawan di Univeristy of Minnesota, Patrik L. Kelly, jarak Icarus seratus kali lebih jauh dibanding bintang tunggal lain yang pernah terdeteksi.

Biasanya, hanya fenomena seperti supernova atau galaksi yang terdeteksi pada jarak yang sangat jauh. Penemuan Icarus bermula saat Kelly dan rekan-rekannya mempelajari gambar sebuah supernova bernama SN Refsdal.

Namun pada 2016, mereka menemukan benda berkedip yang berada di galaksi tempat supernova itu terjadi.

Icarus merupakan bintang besar yang lebih panas dibanding matahari. Kemungkinan bintang tersebut ribuan kali lebih terang, tetapi Kelly mengatakan, Icarus kini sudah tak ada lagi.

Bintang biru raksasa hidupnya tak mencapai sembilan miliar tahun. Ia menduga Icarus runtuh menjadi black hole atau berubah menjadi bintang neutron.

Alam semesta berusia 13,8 miliar tahun dan dengan melihat cahaya Icarus, berarti kita telah melihat kembali ke tiga perempat dari usia alam semesta.

Kelly mengatakan, dengan menggabungkan kaca pembesar alami dengan teleskop James Webb, dapat menghasilkan temuan lain berupa bintang yang lebih tua dan jauh, bahkan, melebihi Icarus.(*)