DIY Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 04 April 2019 / 11:51 WIB

Kemenhub adakan Padat Karya di Bandara Gusti Sjamsir Alam

KOTABARU.KRJOGJA.com - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara kembali menggelar program padat karya pada sektor Perhubungan Udara. Kegiatan ini merupakan tindaklanjut arahan Presiden Joko Widodo dalam meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar melalui penciptaan lapangan kerja di sekitar infrastruktur sektor transportasi. 

Salah satu program padat karya Ditjen Perhubungan Udara tahun 2019 dilaksanakan di Bandara Gusti Sjamsir Alam Kotabaru, Kalimantan Selatan pada hari ini, Kamis (04/04/2019).  Rangkaian kegiatan padat karya dibuka oleh Kasubdit Pengawasan dan Data Navigasi Penerbangan, Saeful Bahri mewakili Dirjen Perhubungan Udara Polana B. Pramesti.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam sambutannya yang dibacakan Saeful Bahri mengatakan, program padat karya ini merupakan solusi dalam memberikan tambahan penghasilan kepada warga desa sekitar. "Harapannya, daya beli dan kesejahteraan masyarakat bisa meningkat," ujarnya.

Mulai Tahun 2018 Pemerintah melakukan program padat karya di semua sektor Kementerian atau Lembaga hingga Pemerintah Daerah pada 100 Kabupaten dan 1.000 Desa di Indonesia dalam bentuk Swakelola Pemerintah, Tugas Pembantuan dan Bantuan Sosial.

Menhub berharap, seluruh jajarannya mendukung pelaksanaan program padat karya di seluruh pembangunan infrastruktur transportasi, baik sektor udara, darat, laut maupun perkeretaapian. Dengan demikian percepatan pengentasan kemiskinan melalui optimalisasi pemanfaatan pembangunan infrastruktur transportasi dapat terealisasi sama seperti saat ini yang dilaksanakan di Bandara Gusti Sjamsir Alam, Kalimantan Selatan.

Pada pelaksanaan padat karya Tahun 2018 lalu, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah melaksanakan program padat karya di 153 bandara dengan anggaran Rp 300 miliar dan mampu menyerap sejumlah 11.982 orang tenaga kerja lokal. Tahun 2019 ini juga dialokasikan anggaran yang sama untuk kegiatan program padat karya infrastruktur transportasi udara.

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Gusti Sjamsir Amal, Ferdinan Nurdin menjelaskan, program padat karya ini sejalan dengan salah satu dari program 100 hari kerja yang dicanangkannya. "Alhamdulillah delapan dari sepuluh Program 100 hari kerja tersebut telah terpenuhi, yakni pemenuhan Free Obstacle di sisi udara," ujarnya.

Program padat karya di Bandara Gusti Sjamsir Alam diisi dengan kegiatan pemangkasan pohon bakau rawa yang berada di sisi udara dengan luasan 14 hektar. "Itu pohon bakau rawa berada di samping sisi kiri runway 34 sampai mengarah ke arah Stagen Laut," ujar Ferdinand.

Dijelaskan Ferdinand, pemangkasan pohon bakau ini sudah dilaksanakan dari awal pebruari 2019 dengan melibatkan 50 tenaga kerja lokal. "Mereka mendapat upah harian yang layak berkisar antara 100-125 ribu per hari," tambahnya.

Untuk Bandara Gusti Sjamsir Alam ini, lanjut Ferdidand, telah dialokasikan anggaran sebesar Rp 190 juga. Kegiatan pemangkasan pohon bakau ini ditargetkan akan selesai sebelum 10 April 2019 mendatang dan diharapkan program padat karya ini dapat membantu perekonomian masyarakat di sekitar bandara yang membutuhkan. 

Selain Bandara Gusti Sjamsir Alam Kotabaru, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara juga telah melaksanakan program padat karya di 7 bandara lainnya. Bandara tersebut adalah, Bandara Chakrabuana (Cirebon), Tunggul Wulung (Cilacap), Kufar (Pulau Seram), Gebe (Halmahera Tengah), Mopah (Merauke), Batoambari (Sulawesi Tenggara), dan Sangia Nibandera (Sulawesi Tengah). (Imd)