Peristiwa Editor : Ivan Aditya Kamis, 04 April 2019 / 05:51 WIB

Selandia Baru Perketat Kepemilikan Senjata Api

SELANDIA BARU, KRJOGJA.com - Parlemen Selandia Baru meloloskan rancangan undang-undang yang memperketat aturan kepemilikan senjata, berselang tiga pekan setelah teror penembakan Christchurch. Rancangan undang-undang itu lolos melalui pemungutan suara di parlemen dengan hasil akhir 119-1.

Menteri Kepolisian Selandia Baru, Stuart Nash, mengatakan bahwa teror penembakan yang menewaskan 50 orang pada 15 Maret lalu merupakan bukti nyata RUU itu harus diloloskan. "Terlalu banyak orang di negara ini memiliki akses ke senjata berbahaya tanpa tujuan jelas, tapi memberikan risiko signifikan terhadap publik," ujar Nash.

Satu-satunya anggota parlemen yang menolak RUU tersebut adalah David Seymour dari partai ACT Party. Seymour menganggap proses penyusunan undang-undang ini terburu-buru, seakan ingin mengejar agar dapat diberlakukan pekan depan. Biasanya, parlemen memakan waktu hingga berbulan-bulan untuk menyusun satu undang-undang.

"Penting untuk menjaga tradisi dengan sadar. Pembuatan undang-undang harus dilakukan dengan penuh pertimbangan, terutama sekarang," katanya.

Namun, Nash mengatakan bahwa Selandia Baru tak bisa menanti lebih lama untuk memperketat aturan senjata ini. Setelah ini, RUU tersebut masih harus dibawa dalam dua pemungutan suara lain di tingkat lebih tinggi.

Menurutnya, aturan ini sangat penting untuk menghindari penembakan massal seperti di Christchurch, di mana pelaku menggunakan senapan semi-otomatis dalam melakukan aksinya. (*)