Jateng Editor : Agus Sigit Rabu, 03 April 2019 / 15:31 WIB

Buruh Berhak Libur Gunakan Hak Pilih

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Serikat pekerja akan melakukan pengawasan terhadap aktifitas pekerja atau buruh pada 17 April atau bertepatan dengan hari pecoblosan pelaksanaan Pemilu 2019. Pekerja berhak mendapatkan libur setelah pemerintah menetapkan sebagai hari libur nasional. Pekerja bisa memanfaatkan waktu untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS) menggunakan hak pilihnya. 

Ketua Forum Peduli Buruh (FPB) sekaligus Ketua Serikat Pekerja Republik Indonesia (SPRI) Sukarno, Rabu (3/4) mengatakan, agenda lima tahunan pemilu sudah biasa dihadapi para pekerja atau buruh. Mereka tetap mendapatkan hak untuk datang ke TPS menggunakan hak pilih setelah pemerintah menetapkan hari pencoblosan sebagai libur nasional. Karena sudah ada ketetapan dari pusat maka pekerja tidak perlu khawatir mendapatkan sanksi dari tempat kerjanya atau industri. 

Pemberian kesempatan pada buruh untuk ikut dalam pesta demokrasi juga sudah sering terlihat pada Pilgub, Pilbup dan Pilkades. Buruh juga mendapatkan hari libur dengan mendatangi TPS menggunakan hak pilihnya. 

Terkait dengan kondisi tersebut FPB termasuk didalamnya SPRI dan serikat pekerja lainnya di Sukoharjo akan melakukan pemantau disejumlah tempat kerja. Hal itu untuk memastikan tidak ada bentuk pelanggaran yang bisa menghilangkan hak buruh. 

“Setiap kali pemilu yang merupakan agenda rutin lima tahunan sudah biasa bagi pekerja atau buruh. Mereka punya hak datang ke TPS menggunakan hak pilih. Apalagi pemerintah sudah menetapkan sebagai hari libur nasional,” ujarnya. 

Meski libur namun dalam beberapa kali pemilu ada industri yang tetap menjalankan usaha dan mempekerjakan pekerja atau buruh. Mereka dipekerjakan berbeda dibanding hari biasa karena upah yang diterima juga berbeda karena dihitung lembur. 

“Kalaupun ada pekerja atau buruh masuk kerja maka itu dihitung lembur. Terpenting saat kerja lembur bertepatan dengan pemilu buruh harus lebih dulu menggunakan hak pilih datang ke TPS baru setelah itu bisa bekerja,” lanjutnya. 

FPB sudah meminta kepada masing masing pengurus serikat pekerja di Sukoharjo untuk membantu pemantauan. Tujuanya agar pekerja atau buruh tidak kehilangan haknya menggunakan hak pilihnya dalam pemilu. 

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo Nuril Huda mengatakan, warga yang sudah terdata sebagai pemilih Pemilu 2019 wajib menggunakan hak pilihnya dengan mendatangi TPS. Sebab pemerintah pusat juga sudah memutuskan 17 April saat pencoblosan merupakan hari libur nasional. 

“Konteksnya 17 April itu hari libur nasional dengan harapan pemerintah agar warga bisa menggunakan hak pilih dalam pemilu dan tidak golput. Soal nanti ada buruh tetap masuk kerja setelah menggunakan hak pilih itu tidak masalah. Sebab terpenting buruh itu sudah datang ke TPS dan menentukan pilihannya,” ujarnya. 

KPU memandang hak untuk menggunakan hak pilih dalam pemilu dengan mendatangi TPS dilindungi oleh Undang Undang. Karena itu kesempatan tersebut wajib dipergunakan oleh semua warga yang sudah masuk dalam data pemilih. 

“KPU Sukoharjo juga terus berusaha menaikan angka partisipasi pemilih dan menekan angka golput,” lanjutnya. (Mam)