Jateng Editor : Danar Widiyanto Rabu, 03 April 2019 / 00:10 WIB

Kasus Pemukulan di Purworejo, Timses Ingatkan Kader untuk Tidak Terprovokasi

PURWOREJO, KRJOGJA.com - Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi - Ma'ruf Amin maupun Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandi Kabupaten Purworejo mengeluarkan penyataan sikap atas peristiwa penganiayaan terhadap warga yang terjadi pascakampanye Paslon Prabowo-Sandi, di Desa Krendetan, Kecamatan Bagelen, Selasa (2/4/2019). Kedua tim sukses meminta semua pihak untuk tidak terprovokasi dan ikut aktif menjaga situasi Purworejo tetap kondusif. 

Ketua TKD Jokowi Ma'ruf Amin Kabupaten Purworejo, Luhur Pambudi Mulyono menyayangkan terjadinya peristiwa tersebut. "Saya memahami perasaan para kader, namun saya ingatkan, pendukung paslon 01 jangan sampai terprovokasi," tegasnya kepada KRJOGJA.com. 

Menurutnya, timses dan kader partai pendukung harus tetap fokus pada Pilpres 17 April 2019. Aksi balasan, lanjutnya, hanya akan menurunkan citra hingga elektabilitas Paslon Jokowi - Ma'ruf Amin. 

Luhur meminta perwakilan TKN melaksanakan aksi simpatik dengan mengunjungi korban. "Kunjungi korban, berikan bantuan sebagai bentuk simpati kita atas musibah yang menimpanya. Kita harus meneladani Rasulullah SAW," tuturnya. 

Wakil Ketua BPN Prabowo - Sandi Kabupaten Purworejo M Zusron mengemukakan, peristiwa di Krendetan merupakan aksi spontanitas dan diduga disebabkan adanya berbagai hambatan serta provokasi sejak rombongan pendukung Paslon 02 berangkat dari Yogyakarta untuk mengikuti kampanye terbuka di Lapangan Kecamatan Kemiri. 

"Sudah sejak awal ada hambatan, bahkan ketika pulang, mereka diduga diprovokasi dengan lemparan batu saat rombongan sampai di Bosco Borowetan, tetapi pelakunya tidak ketemu. Kami sama sekali tidak menghendaki peristiwa itu dan sebagai bagian BPN, saya mohon maaf kepada semua pihak," terangnya. 

Dikatakan, polemik atas peristiwa tersebut harus diredam sehingga tidak membesar dan merugikan paslon 01 maupun pasangan 02. Peristiwa itu, lanjutnya, harus menjadi pelajaran semua pihak untuk saling menjaga diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memprovokasi antarkubu. 

"Ini menjadi catatan kita semua, baik penyelenggara, pengawas, pengaman hingga peserta. Masih 14 hari lagi menuju pemilihan, kami berharap jalan tengah yang terbaik atas peristiwa itu dan jangan sampai berulang," ucapnya. 

Sementara itu, Kapolres Purworejo AKBP Indra K Mangunsong SH SIK mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aksi balasan. Setiap aksi yang ditujukan membalas, lanjutnya, akan memperkeruh suasana dan mencoreng citra Purworejo yang selama ini dikenal kondusif. 

Untuk menjaga situasi, Kapolres memerintahkan jajarannya untuk melakukan pendekatan kepada tokoh-tokoh masyarakat. "Polsek saya perintahkan bersinergi dengan koramil dan kecamatan, lalu pendekatan sosialisasikan kamtibmas. Kami pastikan situasi Purworejo tetap aman dan terkendali pasca peristiwa tersebut," terangnya. 

Penganiayaan itu menimpa Yuli Wijaya (28), warga Dusun Sarangan Desa Krendetan yang sedang berada di pos ojek setempat. Peristiwa terjadi ketika rombongan massa pendukung Paslon 02 dalam perjalanan pulang ke Yogyakarta. Diduga ketika melewati pos ojek, massa melihat korban mengenakan kaos Jokowi - Ma'ruf Amin sehingga terprovokasi melakukan pengeroyokan. 

"Korban tidak berdaya, lalu massa melanjutkan perjalanan ke arah Yogyakarta. Kasusnya sedang kami tangani," ungkap Kapolsek Bagelen AKP Sarjana, Selasa (2/4/2019) malam. 

Korban dievakuasi ke klinik kesehatan di Bagelen dan mendapat jahitan akibat luka di kepala dan belakang telinga. Korban juga mengalami lebam di wajah serta lecet di kaki dan tangan. Korban dirawat jalan akibat peristiwa tersebut.(Jas)