Gaya Hidup Editor : Danar Widiyanto Rabu, 03 April 2019 / 02:10 WIB

Facebook Minta Pemerintah Bantu Atur Konten yang Beredar di Internet

CEO sekaligus pendiri Facebook Mark Zuckerberg menyebutkan, tanggung jawab untuk memonitor konten-konten berbahaya dan negatif di internet bukan hanya tugas Facebook sebagai platform media sosial.

Dia bahkan meminta kepastian hukum untuk empat hal, yakni konten berbahaya, integritas saat pemilu, privasi, dan portabilitas data.

Permintaan Zuck begitu karib Zuckerberg disapa ini diungkapkan dua minggu setelah seorang teroris menggunakan Facebook untuk menayangkan penembakan yang dilakukannya di sebuah masjid di Christchurch, Selandia Baru secara live streaming.

"Pembuat kebijakan seringkali berkata kami (Facebook) memiliki kekuatan yang sangat banyak tentang kebebasan berpendapat dan saya setuju dengan itu," kata Zuck, sebagaimana dikutip, Selasa (2/4/2019).

Ia menambahkan, "Facebook menciptakan badan independen sehingga orang dapat mengajukan banding atas keputusan kami tentang apa yang diunggah dan apa yang dihapus."

Zuck juga menginginkan adanya seperangkat peraturan baru yang diberlakukan pada perusahaan-perusahaan teknologi. Menurut bapak dua orang anak ini, peraturan harus berlaku sama bagi semua platform dan situs web.

"Sehingga lebih mudah untuk menghentikan konten berbahaya agar tidak menyebar dengan cepat ke seluruh platform," ujar Zuck.

Surat terbuka Zuck juga akan dipublikasikan di sejumlah surat kabar di Eropa, pasalnya selama ini Facebook banyak mendapatkan pertanyaan atas skandal Cambridge Analytica terkait penyalahgunaan data selama kampanye pemilihan.

Facebook juga dikritik lantaran gagal menghentikan penyebaran rekaman teror di masjid Christchurch, Selandia Baru.

Video tersebut disiarkan secara live streaming ke halaman Facebook si teroris pada 15 Maret. Kemudian video sempat beredar sebelum diturunkan oleh Facebook.(*)