Jateng Editor : Danar Widiyanto Selasa, 02 April 2019 / 20:10 WIB

Waspada Peredaran Uang Palsu Jelang Coblosan Pemilu

PURBALINGGA, KRjogja.com - Peredaran uang palsu meningkat menjelang pelaksanaan Pemilu atau tahun politik. Uang palsu yang beredar paling banyak dalam bentuk uang kertas nominal Rp 100.000 dan Rp 50.000.

"Kami mencermati terjadi pola yang terus berulang pada momen tertentu, termasuk pemilu," tutur Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Purwokerto, Lukman Hakim, usai kegiatan Sosialisasi Kebankcentralan dan Sistem Pembayaran Tunai/Non Tunai di Pendapa Dipokusumo Purbalingga, Selasa (2/4/2019).

Sosialisasi itu diikuti perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) termasuk camat se Purbalingga. Dalam kegiatan itu dipaparkan juga cara mendeteksi keaslian uang rupiah.

Untuk menekan peredaran uang palsu, BI mendorong masyarakat untuk menggunakan sarana pembayaran non tunai. Cara itu lebih aman dan efisien.

"Meskipun untuk melayani transaksi non tunai melalui kartu setiap tahun Indonesia membayar puluhan triliun kepada provider luar negeri," ujarnya sembari menyebutkan sejumlah provider seperti Mastercard dan VISA.(Rus)