DIY Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 01 April 2019 / 12:07 WIB

Pemimpin Harus Utamakan Kepentingan Rakyat

YOGYA, KRJOGJA.com - Bulan-bulan rawan antara April-Oktober 2019 harus diisi dengan kearifan bersama untuk meastikan kesatuan bangsa. Pasalnya sejak berlangsung Pemilu April 2019, jangan sampai ada vacum presiden. Harus ada pemimpin yang yang mampu memimpin proses membangun kembali nasionalisme sejati demi harga diri bangsa serta meraih kemenangan seluruh rakyat di tahun-tahun berikutnya.

"Salah satu pijakan husnul khatimah untuk masa depan Indonesia, yakni menemukan kembali pengetahuan bahwa bangsa Indonesia memiliki kebesarannya sendiri dibanding bangsa lain di dunia. Manusia Indonesia memiliki karakter serta ketangguhan di bidang mentalitas, budaya, daya intelektual serta keluasan spiritual sedemikian rupa," tegas budayawan Emha Ainun Najib atau yang akrab disapa Cah Nun dalam Silaturahmi dengan Sahabat Wartawan Yogya '2019-2024: Presiden Husnul Khatimah' di Rumah Maiyah Yogyakarta belum lama ini.

Menurut Cak Nun, banyak pihak yang sebenarnya ingin melihat Indonesia rusak karena perang saudara dan sebagainya. Namun untuk menghancurkan Indonesia, tidak bisa dengan sistem Arab Spring atau gerakan lain yang sukses di sejumlah negara di dunia. Sebab manusia Indonesia memiliki karakter yang berbeda dan unik.

"Karena itu, sesungguhnya kelompok harus berjuang untuk kepentingan bersama. Ketika masing-masing berjuang untuk kepentingan sendiri, potensi gesekan makin besar. Cara berpikirnya harus diubah untuk kepentingan nasional," jelasnya.

Apalagi lanjut Cak Nun jika sudah terkait dengan politik praktis. Hingga Cak Nun mengandaikan politik seperti halnya narkoba yang membuat orang kecanduan. Tidak heran, semua berjuang hanya untuk kepentingan kelompoknya yang sangat rentan terjadi benturan. Tidak ada nasionalisme.

Kembali Cak Nun menegaskan, Indonesia sebenarnya butuh tokoh yang mampu menjadi pawang. Ironisnya Indonesia saat ini tidak memiliki pawang. Seseorang yang mampu mendamaikan dimanapun berada asal ia berada di tempat tersebut.

"Menghadapi Pemilu 2019, mari mengutamakan kehidupan sebagai sesama anak bangsa. Jangan sampai ada hal atau tindakan yang justru merugikan," ungkap Cak Nun. (Feb)