Gaya Hidup Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 03 April 2019 / 09:10 WIB

Bahaya, Banyak Minum Temulawak bikin Mandul

YOGYA, KRJOGJA.com – Obat-obatan herbal memang relatif lebih aman tinimbang obat kimia. Walakin, penggunaan obat tradisional itu tetap harus sesuai dengan takarannya agar tidak menimbulkan efek negatif.

Hal tersebut lah seperti yang diungkapkan dosen Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Ines Septi Arsiningtyas PhD Apt kepada KRJOGJA.com beberapa waktu lalu.

Dari sekian banyak obat herbal, salah satu yang memiliki dampak berbahaya jika terlalu banyak di konsumsi ialah temulawak. Tidak main-main, menikmati  temulawak secara berlebihan ini dapat menimbulkan kemandulan pada pria.

“Kebanyakan konsumsi temulawak bisa menyebabkan kemandulan, tapi ini hanya berlaku bagi pria saja, wanita tidak masalah,” tuturnya.

Bukan hanya berdasar penelitian saja, korbannya pun telah ada. Ines menceritakan, dahulu salah satu dosennya gemar sekali minum temulawak. Ia ingin menjaga kesehatan hatinya sehingga mengonsumsi temulawak secara rutin setiap harinya.

Alih-alih mendapatkan kesehatan seperti yang dimau, sang dosen itu justru mengalami kemandulan. Oleh itu lah kini Ines lebih sering mengingatkan kepada masyarakat agar mengonsumsi segala obat herbal secara tepat dengan memperhatikan dosisnya.

“Ini benar-benar terjadi, dahulu dosen saya setiap hari minum temulawak dengan dosis tinggi karena pengen menjaga hati, tetapi yang terjadi malah kemandulan,” ujarnya.

Ines menambahkan, konsep obat herbal sendiri sejatinya untuk pemeliharaan tubuh dan menjaga stamina sekaligus mencegah penyakit, bukan untuk penyembuhan. Secara waktu, obat herbal pun memberikan efek reaksi yang lebih lama tinimbang obat kimia. “Kalau ada obat herbal yang efek atau dampaknya itu cepat maka patut dicurigai itu pasti ada campuran bahan kimia,” ungkapnya.

Ines menyarankan, langkah mengonsumsi temulawak yang baik ialah dalam durasi satu atau dua minggu lalu berhenti. Menikmatinya pun tidak boleh setiap hari. Kala badan sudah dirasa normal, maka minum temulawak harus dihentikan, jangan terus-terusan dilanjutkan.

“Durasi minum 2 minggu, setelah itu coba berhenti, istirahat. Itu pun minumnya tidak boleh terus-terusan setiap hari. Kalau badan sudah normal berhenti, jangan dilanjutkan,” pungkasnya. (KRA-01)