Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 31 Maret 2019 / 17:13 WIB

Krakatau Steel Role Model Industri Baja SNI

JAKARTA, KRJOGJA.com - Krakatau Steel mampu menunjukkan perkembangan yang pesat dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun. Komitmen tinggi perusahaan terhadap kualitas juga telah dibuktikan dengan menerapkan standar sejak tahun 1993, yakni berawal dari ISO 9001 Sistem Manajemen Mutu yang kemudian ditingkatkan menjadi Sertifikasi ISO 9001: 2000 pada 2003. 
Sementara itu, perusahaan ini juga menerapkan ISO 14001 sejak tahun 1997.
Demikian  Kepala BSN Bambang Prasetya,Jakartab pada kesempatan bertemu dengan Direktur Utama PT. Krakatau Steel Silmy Karim beserta jajarannya, kemarin (29/03/2019) .

"Penetapan SNI baja didasarkan pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pertimbangan perlindungan konsumen dari beredarnya baja yang tidak aman. Saat ini, BSN telah menetapkan 11.815 SNI. Terkait Baja, BSN sudah menetapkan 36 SNI. Krakatau Steel sudah menerapkan 2 SNI dan 23 standar internasional lainnya. Ini membuktikan perusahaan betul-betul berkomitmen terhadap mutu dan kualitas. " ujar Bambang.

Bambang menilai penerapan SNI baja di Indonesia cukup besar perkembangannya. "Data yang kami miliki menyebutkan terdapat 49 perusahaan di Indonesia yang menerapkan SNI baja, baik yang diberlakukan wajib maupun sukarela. Sementara untuk wilayah Banten sendiri berjumlah 5, "ungkap Bambang.

PT. Krakatau Steel adalah salah satu dari sekian industri/organisasi yang menerapkan selain SNI secara wajib juga SNI sukarela. Bagi perusahaan, penerapan SNI baja sangat penting karena untuk keselamatan terutama bidang konstruksi. Apabila tidak memenuhi SNI, dapat memunculkan risiko yang mungkin saja bisa mengancam nyawa manusia.  "Penerapan SNI sukarela membuktikan bahwa menerapkan SNI tidak harus dipaksa melalui regulasi atau pemberlakuan SNI secara wajib," tegas Bambang. (Ati)