DIY Editor : Agung Purwandono Minggu, 31 Maret 2019 / 07:12 WIB

Mau Aman Gunakan Tabung LPG, Nih Caranya

YOGYA, KRJOGJA.com - Tuminah (43) tersenyum puas usai mengikuti sosialisasi penggunaan LPG yang aman di Balai Desa Argomulyo, Sedayu Bantul,. Ia akhirnya banyak tahu hal-hal  tentang cara yang benar menggunakan LPG.

"Saya jadi tahu bagaimana menangani (tabung) gas kalau terbakar, yang penting jangan panik," kata Tuminah Sabtu (30/3/2019). Ia juga jadi tahu bahwa tabung gas ternyata ternyata memiliki masa kadaluwarsa.

"Saya juga jadi tahu selama ini saya salah memasang regulator, makanya mendesis," kata Tuminah yang hadir bersama seratusan warga desa Argomulyo.

Lalu bagaimana menggunakan LPG dengan aman? Ini yang dijelaskan oleh Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR IV, Andar Titi Lestari kepada masyarakat.

1. LPG Mudah Terbakar, Hati-hati Menggunakannya 

LPG merupakan barang yang mudah terbakar sehingga konsumen harus lebih berhati-hati dalam menggunakannya. Pertamina telah memastikan bahwa tabung LPG yang beredar telah sesuai dengan standar produksi yang ketat dan teruji, namun konsumen sebagai pengguna juga tetap harus memastikan dari segi penempatan LPG, Kebersihan dan keamanannya. Khususnya keamanan pada regulator, selang dan kompor.

2. Gunakan Tabung dan Regulator dengan SNI

Gunakan tabung, regulator dan selang yang sesuai dengan Standard Nasional Indonesia (SNI), menempatkan tabung LPG di tempat yang Datar dan diruangan yang memiliki sirkulasi udara yang baik.

3. Selang Terpasang Erat dengan KLEM

Selang harus terpasang erat dengan “KLEM” pada regulator. Tabung LPG di letakkan menjauh dari sumber api dan harus diupayakan tidak terpapar panas langsung.

4. Pasang Regulator dengan Benar

Pasang regulator pada katup tabung LPG dimana posisi knob regular mengarah ke bawah. Pastikan regulator tidak dapat terlepas dari katup tabung LPG. Pastikan lagi selang tidak tertindih atau tertekuk. Jika rangkaian ini sudah dilakukan, maka kompor LPG aman untuk digunakan. 

5. Pahami Tanda-tanda Kebocoran LPG

Tanda-tanda kebocoran LPG, biasanya ditandai oleh bau khas LPG dari zat khusus bernama zat marchaptan, dan terdapat suara desis. Jangan nyalakan api atau listrik, lepaskan regulator dan bawa tabung ke tempat terbuka. Buka pintu dan jendela untuk sirkulasi udara. 

6. Jika Terjadi Kebakaran LPG, Ini yang Dilakukan

Jika terjadi Kebakaran, padamkan api dengan menggunakan kain/ karung goni basah atau alat pemadam api, lepaskan regulator dari tabung LPG dan segera bawa tabung ke tempat terbuka dan jauh dari lokasi kebakaran. 

7. Tukarkan Tabung Gas Jika Rusak/Macet 

Jika terjadi kerusakan atau kemacetan dan gas belum keluar, segera tukarkan tabung ke agen atau pangkalan atau toko LPG terdekat. Jangan sekali-kali mencoba memperbaiki sendiri menggunakan benda tajam, obeng atau pisau. 

“Meskipun produk LPG ini telah dijual dan beredar di masyarakat sejak lama, namun Pertamina sebagai produsen tetap perlu memberikan sosialisasi kepada masyarakat atau konsumen LPG mengenai petunjuk penggunaan LPG yang aman,” ujar Andar.

Saat ini LPG di Kabupaten Bantul adalah 30.356 MT atau setara dengan 9.615.081 tabung di tahun 2018, jumlah ini meningkat sebesar 6 persen dibanding tahun 2017 seiring dengan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.

“Kami berterima kasih atas kesetiaan konsumen yang menggunakan produk LPG Pertamina, namun perlu diingat bahwa faktor keamanan menjadi prioritas saat menggunakan LPG," ujar Andar.

 

Ditambahkan apabila ada konsumen yang membutuhkan informasi lebih lanjut terhadap pelayanan LPG Pertamina maka dapat menghubungi kontak Pertamina di 135 atau melalui website di www.pertamina.com. (Apw)