DIY Editor : Agung Purwandono Minggu, 31 Maret 2019 / 00:48 WIB

Pertamina Buka Program Kemitraan untuk yang Sulit Meminjam di Bank

WAJAH Vitalia Nur Darmaningsih (43) berseri-seri ketika dijumpai KRjogja.com di depan aula kantor Kelurahan Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Bantul, Sabtu (30/3/2019). Saat itu ia tengah bersiap untuk berbagi pengalaman tentang bagaimana ia mengembangkan bisnis batiknya dengan bantuan modal dari PT Pertamina MOR IV.

"Bukan hanya pinjaman, tapi juga pendampingan yang menurut saya luar biasa. Saya mendapat kesempatan untuk bisa memasarkan batik buatan saya, bukan hanya pameran di dalam negeri, tapi luar negeri," kata Vitalia, pemilik Rumah Batik Jinggar Yogyakarta.

Vitalia mengatakan, ia pertama kali melakujan pinjaman modal dari PT Pertamina pada tahun 2014. Besarannya Rp 20 juta untuk jangka waktu 3 tahun. Setiap tahun bunga yang dibebankan sangat kecil karena hanya 3 persen.

"Untuk pinjaman pertama sudah lunas. Pinjaman ke dua besarannya sama, Rp 20 juta. Saya sengaja tidak banyak meminjam, sesuai kebutuhan saja," kata Vitalia. Ia mengatakan dari semula dia hanya memiliki dua karyawan, setelah mendapatkan pinjaman modal ia bisa mengembangkan usaha kecilnya.

Setidaknya saat ini ia memiliki 5 tenaga marketing, tenaga produksi ada 3 orang. "Untuk usaha skala rumah tangga seperti saya, pinjaman modal dari Pertamina sangat-sangat membantu. Karena bukan hanya pinjaman, tapi juga  pembinaan, sehingga usaha kami bisa berkembang," kata Vitalia yang kini juga merambah pemasaran online.

Unit Manager Communication & CSR MOR IV Pertamina, Andar Titi Lestari mengatakan, Program Kemitraan PT Pertamina MOR IV diadakan untuk menjawab keluhan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tentang sulitnya menjangkau akses pinjaman modal perbankan.

“Melalui Program Kemitraan BUMN, masyarakat yang memiliki usaha mikro,kecil dan menengah dapat mengajukan permodalan dengan biaya jasa sebesar 3% pertahun saldo menurun tiap tahunnya,” ungkap Andar di sela-sela memberikan sosialisasi terkait Program Kemitraan kepada warga desa Argomulyo, Sedayu Bantul. 

Andar mengatakan Pertamina tidak hanya sekadar memberikan pinjaman modal tetapi juga membina dan mengembangkan para pelaku UMKM melalui pemberian fasilitas pelatihan dan pembinaan serta kesempatan untuk mengikuti pameran dalam dan luar negeri.

Program Kemitraan Pertamina menjadi salah satu solusi bagi para pelaku UMKM yang kesulitan mendapatkan permodalan dari Bank. “Program Kemitraan diamanahkan oleh Pemerintah kepada para BUMN seperti Pertamina melalui Peraturan Menteri BUMN PER-02/MBU/7/2017 tanggal 5 Juli 2017  untuk membantu para pelaku UMKM yang memang non-bankable atau sulit mendapatkan pinjaman dari bank karena satu dan lain hal,” tambah Andar.

Lebih lanjut Andar mengatakan, Program Kemitraan adalah pemberian pinjaman modal dengan biaya administrasi 3 persen pertahun dengan perhitungan saldo menurun. Biaya administrasi ini kemudian akan digunakan untuk membiayai pembinaan dan pelatihan untuk mitra binaan itu sendiri.

Dana yang disalurkan adalah dana bergulir yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil di delapan sektor usaha yaitu sektor industri, perdagangan, pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan dan usaha jasa.

Terdapat beberapa syarat bagi para pelaku usaha UMKM untuk bisa menerima program PKBL Pertamina. "Badan Usaha atau Perseorangan memiliki aset bersih maksimal Rp 1 miliar, tidak termasuk tanah dan bangunan, omzet usaha tidak lebih dari Rp 2,5 miliar dan kegiatan usahanya sudah berjalan setidaknya selama setahun dan berdiri sendiri,” jelas Andar.

Pada tahun 2018, PT Pertamina (Persero) MOR IV menyalurkan dana kemitraan lebih dari Rp 15 milyar kepada 321 mitra binaan yang tersebut di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. “Kami berharap para pelaku UMKM yang berada di wilayah Kabupaten Tegal khususnya Kelurahan Slerok ini bisa menjadi mitra kami dengan mendapatkan permodalan dari Program Kemitraan Pertamina,” tutup Andar. (Apw)