Jateng Editor : Danar Widiyanto Jumat, 29 Maret 2019 / 18:20 WIB

Waspada! Petugas PLN Palsu 'Gentayangan' Jual Box Meteran

SEMARANG, KRJOGJA.com - Penipuan terhadap konsumen PLN dengan kedok menjual box meteran KWH lagi marak di Kota Semarang. Pelaku yang mengaku dari PT PLN Persero mendatangi rumah-rumah dengan menganjurkan konsumen PLN untuk membeli dan memasang box pengaman meteran listrik dengan alasan demi keamanan.

Setelah memasang box, pelaku langsung menyodori kwitansi pemasangan tutup pengamanan box KWH meteran listrik PLN dengan harga Rp 400.000 dan beaya operasional Rp 20.000.

Alin, ibu rumah tangga di perumahan Green Wood Gunungpati mengungkapkan beberapa tetangganya telah didatangi pelaku yang mengaku petugas dari PLN. Mereka awalnya menduga benar dari PLN, namun setelah memaksa meminta beaya dan ongkos Rp 420.000 banyak yang keberatan dan menolak. Hal ini juga telah terjadi di wilayah kelurahan Kembangarum dan Kalipancur yang tak jauh dari Perumahan Green Wood.

Humas PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Haris, Jumat (29/3/2019) yang dikonfirmasi menegaskan pihaknya tidak pernah menyelenggarakan kegiatan pemasangan box meteran listrik ke konsumen.

"Kami tidak merekomendasikan pemasangan apapun pada meteran KWh listrik, termasuk box pengamanan atau apapun. Untuk meteran pasca bayar sekalipun juga tidak direkomendasikan untuk dipasangi box, sebab akan menyulitkan pihak pencatat meter untuk melakukan kontrol. Jadi silahkan masyarakat menolak, atau bila kedapatan memaksa, menekan atau mengaku-ngaku dari PLN, silahkan laporkan pihak berwajib atau aparat desa setempat," tegas Haris.

Haris meminta masyarakat harus hati-hati dan waspada terhadap adanya oknum yang mengaku-aku dari PLN. Apabila kedapatan atau menemukan, pihaknya minta masyarakat untuk menanyakan surat tugas, memotret dan mengonfirmasikan ke kantor PLN atau melalui call center 123.

"Kami akan sangat berterima kasih apabila masyarakat bisa mencegahnya dengan mewaspadai aksi mereka, apalagi bisa mengamankan dan melaporkannya kepada pihak berwajib atau kami," tegas Haris. (Cha)