Ragam Editor : Agus Sigit Jumat, 29 Maret 2019 / 15:47 WIB

Serem! Diantar Pulang Memedi Tanpa Kepala Bulak Lor Ngawen

AMIR (bukan nama asli) seorang karyawan di Wonosari. Waktu pulang kerja sudah pukul 12 malam. Terpikirkan bila pulang akan sendirian saja. Soalnya kantor dan menuju ke Jantir sejauh 28 KM butuh waktu 30-an menit. 
Yang jadi masalah dalam perjalanan pulang harus melewati bulak di Lor Ngawen. Terang saja ia juga grogi mau pulang atau nginep di kantor. Akhirnya dengan hati ragu-ragu, ia nekat pulang.

Rasa kawatir itu akhirnya datang juga saat dirinya masuk kawasan bulak yang dipikirkan. “Hadew tengah wengi gak ono koncone!” (Aduh sudah tengah malam tidak ada temannya) gatin Amir yang lagi ragu-ragu itu.
Masuk kawasan awal dari bulak itu, tiba-tiba ada orang yang membawa motor dan bilang” “Tak antar dik, jangan takut! seperti dikutip dari harianmerapi.com.

“Oke!” jawab Amir bersemangat karena sekarang ada teman di perjalanan. Namun sebenarnya dalam hati Amir antara percaya dan tidaknya, karena oerang tersebut kok datangnya tiba-tiba. Meski begitu, langsung saja Amir melaju dengan motornya dengan dikawal orang tersebut. Sampailah ia di rumahnya.

Biarkan Anak Main Ditaman Sendirian, Serem...Nih Akibatnya
Serem! Patung Singa di Bong Cina Itu Hidup

Seketika itu betapa kagetnya Amir saat orang yang menemani tadi kena sorot lampu pintu masuk pekarangan rumahnya. Waduh, tidak ada kepalanya sama sekali. Amir hanya terbengong. Dan tambah kaget saat nengok ke bawah sekitar panjatan pedal motor orang tadi, beberapa kepala bergelantungan seperti orang membawa durian saja.

Saking kagetnya Amir hanya terpaku tak beranjak. “Mir…Amir…!” Terdengar suara ayahnya memanggil-manggil, setelah tahu ada motor masuk halaman. Segera saja Amir menghampiri ayahnya dan bercerita tentang pengalamnnya yang mengerikan tadi.

“Lah iyo, kamu itu baru saja dianter sing duwe dalan!” kata ayahnya.

Lokasi itu dulunya memang dikenal sebagai tempat membuang mayat. Dan terakhir juga terjadi kecelakaan hingga menyebabkan meninggal dunia. Pesan ayahnya, Amir disuruh berdoa setiap mau bepergian untuk minta perlindungan Tuhan. (WA Sutanto)