Peristiwa Agregasi    Jumat, 29 Maret 2019 / 17:12 WIB

Atasi Gangguan Sistem Boeing 737 MAX 8, Pilot Cuma Punya Waktu 40 Detik

SEATTLE, KRJOGJA.com - Koran New York Times baru-baru ini melaporkan bahwa simulator penerbangan Boeing 737 MAX 8 turut menciptakan masalah, di mana pilot hanya dibeirkan waktu 40 detik untuk mengatasi gangguan sistem, yang berisiko membuat pesawat terjatuh.

Temuan ini hampir senada dengan pendapat otoritas penerbangan Indonesia pasca-penyelidikan jatuhnya Lion Air JT 610 yang menyebabkan 189 orang tewas, di mana meyakini kegagalan sensor mungkin telah memicu aktifnya sistem perangkat lunak otomatis untuk mencegah pesawat berhenti terbang.

Namun, sebagaimana dikutip dari CNN pada Jumat (29/3/2019), sistem tersebut mungkin telah menjatuhkan pesawat saat pilot berjuang untuk menahannya.

Selama tes baru-baru ini, pilot simulator menemukan fakta bahwa mereka hanya memiliki beberapa detik untuk mematikan sistem terkait untuk mencegah pesawat menukik, lapor koran Times mengutip dua orang peserta tes, yang tidak disebutkan namanya.

Sistem tersebut, yang dikenal sebagai MCAS, diklaim telah dirancang untuk meninggalkan sedikit ruang kesalahan dalam pengendalian pesawat Boeing 737 MAX 8, tambah laporan terkait.

"Sayangnya, mereka yang terlibat dalam tes itu belum sepenuhnya memahami betapa kuatnya sistem terkait, hingga mereka benar-benar menerbangkan pesawat dengan simulator 737 MAX," lapor Times.

Selama ini, pilot yang beralih ke pesawat Boeing 737 lawas ke seri MAX 8, hanya diberi kursus singkat secara online, kata juru bicara serikat pekerja pilot untuk dua operator penerbangan AS kepada CNN.

Pada Sabtu 23 Maret, pilot dan pejabat pelatihan dari maskapai Southwest Airlines, American Airlines, dan United Airlines bertemu dengan pejabat Boeing untuk meninjau perangkat lunak yang diperbarui pada seri 737 MAX.

Mereka bertemu di wilayah Seattle, di mana model pesawat tersebut dirakit. Pembaruan perangkat lunak dimaksudkan untuk mengurangi kemungkinan buruk dalam pengoperasian sistem MCAS

Saat ini, MCAS adalah fokus utama investigasi terhadap tragedi jatuhnya Lion Air JT 610 dan Ethiopian Airlines ET 302, keduanya menggunakan Boeing 737 MAX 8.

Kedua pesawat jatuh beberapa menit setelah lepas landas, di mana dalam masing-masing kasus, pilot melaporkan gangguan sistem tidak lama setelah lepas landas. (*)