DIY Editor : Ivan Aditya Jumat, 29 Maret 2019 / 05:10 WIB

Konsumsi BBM Nonsubsidi di DIY Meningkat

YOGYA, KRJOGJA.com - Konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) Nonsubsidi atau Bahan Bakar Khusus (BBK) seperti Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo dan Dexlite di DIY sudah tinggi dan menggeser BBM Bersubsidi seperti Premium dan Solar. Tingginya konsumsi BBM Nonsubsidi tersebut disebabkan kesadaran masyarakat yang semakin tinggi untuk menggunakan bahan bakar berkualitas dan ramah lingkungan bagi kendaraannya.

Ketua Himpunan Wiraswata Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) DIY Siswanto mengatakan, konsumsi BBK semakin besar dan menggeser konsumsi BBM Nonsubsidi. Konsumsi Premium mendominasi di DIY sebelumnya, namun bergeser ke Pertalite beberapa tahun terakhir ini. "Setidaknya 50 persen dari total 105 SPBU di DIY sudah kering Premium alias sudah tidak menjual Premium lagi," ujarnya.

Siswanto menjelaskan, sebelumnya ada informasi agar SPBU beralih menjual dari Premium ke Pertalite pada pertengahan 2017 lalu, sehingga operator SPBU di DIY banyak yang beralih menjual Pertalite. Sehingga ada sekitar 52-an SPBU di DIY yang kering Premium digantikan Pertalite. Konsumsi Pertalite mengambil alih Premium karena ada nuansa agar Pertalite bisa menggantikan BBM Bersubsidi sehingga digencarkan penjualan Pertalite.

"Konsumsi Pertalite sekarang sudah mencapai kisaran 1.200 Kilo Liter (KL) perhari, sementara konsumsi Premium hanya 300 KL perhari di DIY. Dulu sebaliknya konsumsi Premium bisa mencapai 1.200 hingga 1.400 perhari. Selanjutnya disusul konsumsi Pertamax yang tinggi di DIY," tandasnya.

Sementara PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan DIY mencatat kenaikan konsumsi BBK Nonsubsidi hingga 108 persen di DIY memasuki triwulan I pada 2019. Kenaikan tersebut terjadi pada bahan bakar jenis Dexlite untuk mesin diesel yang naik dari 24 KLpada Januari 2018 menjadi 50 KL pada Januari 2019.

Hal yang sama juga terjadi pada bahan bakar jenis Pertalite yang memiliki angka Oktan 90, yaitu meningkat dari 5.000 KL perbulan menjadi 6.280 KL perbulan atau naik sekitar 25 persen. "Untuk bahan bakar jenis non subsidi lainnya seperti Pertamax Turbo meningkat hingga 40 persen yaitu dari 40 KL perbulan menjadi 56 KL tiap bulannya. Sedangkan konsumsi Premium turun 166 persen dari 3,192 KL ke 1,184 KL pada triwulan I 2019," tutur Senior Supervisor Communication & Relations Pertamina MOR IV Arya Yusa Dwicandra. (Ira)