Gaya Hidup Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 28 Maret 2019 / 14:20 WIB

Ternyata Kebotakan Dipicu Oleh DHT, Apa Itu?


PENELITI asal Amerika Serikat, James Gatherwright dan timnya, mencoba mengamati kebiasaan memakai topi pada pria dan wanita melalui dua penelitian berbeda. 

Penelitian yang diterbitkan pada jurnal Plastic and Reconstructive Surgeons ini melibatkan 92 pria kembar identik dan 98 wanita kembar identik. Meski dilakukan secara terpisah, proses pengambilan sampelnya tetap sama. Para ahli sama-sama mengukur lama pemakaian topi dan kadar hormon testosteron pada pria dan wanita.

Hormon testosteron  memegang peran penting untuk pertumbuhan dan perkembangan seksual pria, sekaligus pertumbuhan rambut. Jika tubuh kekurangan hormon testosteron, hal ini dapat menyebabkan rambut botak atau menipis seiring waktu.

Para ahli menemukan bahwa semakin lama pria memakai topi, semakin cepat pula mereka mengalami rambut rontok di bagian temporal alias kepala bagian samping. Di sisi lain, hal ini tidak terbukti dapat membuat rambut wanita jadi gampang rontok.

Beberapa pakar kesehatan lainnya, termasuk dr. Aman Samrao, seorang spesialis kulit di Harbor-UCLA Medical Center, Amerika Serikat justru mengungkapkan fakta sebaliknya. Menurut dr. Aman Samrao, penyebab kebotakan karena kebiasaan pakai topi hanyalah mitos belaka.

Kasus kebotakan pada pria dapat disebabkan oleh banyak faktor, artinya bukan hanya karena kebiasaan memakai topi. Salah satu penyebab paling umum adalah adanya hormon penyebab kebotakan yang disebut dengan dihidrotestosteron atau DHT. Hormon DHT ini bersifat genetik, artinya hanya pria yang punya hormon inilah yang akan mengalami kebotakan.

Namun, tidak menutup kemungkinan topi juga dapat menyebabkan rambut pria jadi gampang rontok dan cepat botak. Hal ini bergantung dari jenis topi dan seberapa lama Anda memakainya. Rambut Anda bisa saja jadi botak atau menipis kalau terbiasa memakai topi yang sangat ketat dalam jangka waktu yang lama. Pasalnya, rambut dan kulit kepala yang sering tertutup topi akan sulit bernapas karena kekurangan oksigen.

Topi yang terlalu ketat juga dapat menghalangi suhu panas keluar dari kepala. Akibatnya, aliran darah ke folikel rambut jadi terhambat dan memicu stres. Batang rambut pun lama-lama jadi melemah dan rontok satu per satu.

Kabar baiknya, rambut rontok atau tipis ini tidak akan selalu berakhir pada kebotakan. Rambut bisa kembali tumbuh subur dan menguat setelah Anda melepas topi dan membiarkannya bernapas lega. Jangan lupa untuk mengenakan topi yang agak longgar agar aliran darah ke folikel rambut menjadi lebih lancar sehingga mencegah kerontokan.(*)