Kisah Inspiratif Editor : Agung Purwandono Kamis, 28 Maret 2019 / 09:15 WIB

Ayu Cornellia : Jadilah Diri Sendiri, Tingkatkan Kompetensi

MENINGGALKAN pekerjaan yang telah dilakoni dengan cinta dan ketulusan tentu tidak mudah dilakukan oleh siapapun. Apalagi jika perjuangan itu dilalui dengan penuh tantangan dan kerja keras.

Hal itulah yang harus dihadapi oleh Ayu Helena Cornellia (41) pendiri Cornellia & Co., asal Yogyakarta. Kondisi anaknya yang sakit, mengantarkannya pada keputusan untuk berhenti sebagai Marketing Communication  Hyatt Hotel Yogyakarta tak disangka mengantarkannya pada prestasi-prestasi baru.

"Anak saya waktu itu sakit flek paru, bukan penyakit yang serius tapi harus segera ditangani. Tapi saya bukan yang menjadi nglokro dan gak melakukan apa-apa," terangnya.

"Saya seorang wanita karir yang sangat karir dan tidak mau meninggalkan pekerjaan saya. Tapi saya harus bertanggung jawab untuk sesuatu yang harus saya utamakan," ungkapnya kepada krjogja.com.

Ibu tiga anak ini kemudian memutuskan mencari kesibukan dengan melanjutkan S3 di Jurusan Tourism Marketing UGM pada tahun 2014.  Ayu Cornelia sebelumnya menempuh pendidikan S1 Communication Management di Deakin University Australia dan S2 pada jurusan Human Resource Management di UGM.

Tahun 2014 perempuan kelahiran 13 Desember 1977 ini didaulat menjadi runner up Duta Museum Yogyakarta.

Terinspirasi oleh Ibu kita RA Kartini, Ayu berpandangan bahwa perempuan tidak bisa seperti dulu lagi yang hanya bisa nyuwun uang dari suami. Baginya, bekerja adalah untuk kepentingan psikologis untuk berbagi kepada sesamanya.

"Saya suka sejarah, budaya, saya lebih suka hal-hal yang berbau Jogja dari pada cafe yang tokjing-tokjing, meskipun saya lulusan Australia," ceritanya.

Semangatnya untuk meneladani RA Kartini ini juga ia tularkan melalui agensinya Cornellia & Co yang lebih banyak didominasi oleh perempuan. Ia mendorong para perempuan untuk terus berkarya dan membawa namanya sendiri.

"Tidak ada pekerjaan yang di level bawah karena semua pekerjaan sangat berharga. Bahkan saya salut dengan tukang parkir perempuan, driver Go Car perempuan dan saat ini kita memang dibutuhkan sebagai tulang rusuk suami yang sama-sama membantu menopang supaya tulangnya tambah kuat," imbaunya supaya menjadi orang yang mencintai pekerjaan.

Sedikitnya public relation (PR) senior di Yogyakarta dan dorongan teman-temannya untuk membuka agensi kemudian menguatkan tekadnya membuka Cornellia & Co. Agensi ini berdiri bertepatan hari ibu 22 Desember 2016 dan menjadi agensi PR & Marketing agensi pertama di Yogyakarta.

"Mba ngapain sih disini mbok buka sekolah sendiri, nanti punya kegiatan sendiri," ujarnya menirukan perkataan temannya.

Ayu menyadari bahwa ketika bekerja dengan passion maka kita tidak akan merasa capek dan membuatnya senang bermanfaat untuk orang lain.

Sebagai perempuan multitalent yang pernah menjadi presenter di beberapa stasiun televisi, dosen, sekaligus trainer dirinya membagikan tips menjadi PR yang andal. " PR itu harus fleksibel, harus ramah kepada semua orang, harus rendah hati meskipun punya gelar," kata Ayu Cornelia.

Menurutnya gelar ditunjukkan jika dibutuhkan untuk meyakinkan bahwa kita expert dibidangnya. Penampilan harus selalu diperhatikan. Harus cerdas dari sisi manapun dan tanpa pamrih, karena PR bertugas membangun hubungan jangka panjang.

"Jadilah diri sendiri sesuai dengan pengembangan karakter masing-masing dan tidak usah ikut-ikut orang lain, tapi terus meningkatkan kompetensi masing-masing," pesan Ayu untuk semua perempuan pada akhir ceritanya. (KRA-10)