DIY Editor : Agus Sigit Rabu, 27 Maret 2019 / 20:53 WIB

UMKM Wirajaya Sukses Bangun Kemandirian

BANTUL, KRJOGJA.com - Tiga tahun merintis usaha produksi kripik talas ‘GG’ Gesti Astuti pernah jatuh bangun mengenalkan produknya agar diterima pasar. Diawal meniti usahanya, warga Wanujoyo Kidul Desa Srimartani Kecamatan Piyungan Bantul itu  menjajakan produknya ke warung, angkringan disekitar tempat tinggalnya. 

Perempuan bersahaja tersebut merasakan betapa sulitnya membuka usaha baru. Meski pada awal berdirinya tiga tahun lalu perjalanannya terseok-seok. Namun Gesti pantang  menyerah, semangatnya terus dijaga tetap menyala ditengah ketatnya persaingan. 

Berlahan tapi pasti, produk kripik talas ‘GG’ mulai diterima pasar. Bahkan kini sudah merambah sejumlah kota besar di  Indonesia. Produk milik Gesti kini berkembang pesat dibawah kelompok UMKM Wirajaya Wanujoyo Kidul Srimartani Piyungan Bantul.

“Waktu awal merintis itu saya hanya menitipkan ke warung-warung kecil di sekitar Piyungan, tetapi alhamdulilah sekarang sudah diterima pasar, termasuk dari beberapa kota besar di  Indonesia,” ujarnya akhir pekan lalu. Kendati produk makanan berbahan kimpul sudah diterima pasar, namun Gesti masih rajin menitipkan dagangannya ke warung-warung.   
Banyaknya pesanan kadang membuat Gesti  kesulitan bahan baku berupa kimpul. Tidak jarang bahan didatangkan dari luar daerah. “Karena usaha ini sejak awal dirintis untuk menopang ekonomi keluarga, sehingga anggota kelompok UMKM Wirajaya  terus melakukan inovasi untuk bisa diterima pasar,” jelasnya.

Ketua UMKM Wirajaya Wanujoyo Kidul Srimartani Piyungan Bantul, Ari Muntoha mengatakan, 17 anggotanya punya usaha cukup beragam mulai kacang goreng 'sangan', kripik pisang dan talas hingga jamu gendhong. Sejak dirintis 2016, UMKM Wirajaya terus menunjukkan perkembangan positif. Masing-masing produk anggotanya ternyata mampu bersaing dipasaran. “Anggota kami menjadikan setiap produknya sebagai usaha pokok menopang ekonomi. Sehingga kami terus melakukan inovasi dan berusaha mengembangkan,” jelasnya.

Terpenting dalam usaha yang tergabung dalam satu kelompok harus saling suport. Sehingga berlahan bisa  berkembang. Tidak mudah  pada awalnya, tetapi harus ditekuni sampai mendapatkan hasil. Untuk mempercepat agar produknya lebih cepat dikenal khalayak anggota UMKM sering mengikuti pameran dalam skala lokal dan nasional. (Roy)