Jateng Editor : Ivan Aditya Selasa, 26 Maret 2019 / 16:48 WIB

PTPS Jalani Pemetaan Konflik

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com - Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) untuk Pemilu 2019 harus menjadi agen anti hoax, penggerak melawan money politik, mampu menjernihkan permasalahan pemilu dan menjaga kedamaian serta kerukunan masyarakat.

"PTPS harus mampu menciptakan dan kepercayaan bahwa jalannya pemilu sesuai tahapan dan aturan," kata Ketua Panwascam Bandongan Gunawan Aris Sukmanto, Selasa (26/03/2019).

Dia mengatakan terdapat 184 PTS di kecamatan Bandongan yang dilantik Senin (25/03/2019). Sedangkan di Kabupaten Magelang terdapat sekitar 4300 PTPS yang dilantik serentak oleh Panwascam masing-masing.

Dia mengatakan banyak tantangan yang dihadapi PTPS pada Pemilu 2019, seperti desakan, intimidasi dan kemungkinan ancaman dari pihak-pihak yang merasa dirugikan akan keberadaan PTPS, namun semua itu harus dihadapi dengan arif dan bijaksana, serta semangat mengemban tugas negara.

Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwascam setempat Arrosyid menambahkan PTPS akan turut dilibatkan dalam pengawasan kampanye dibawah koordinasi Pengawas Desa kelurahan dan Panwascam.

"PTPS juga harus mampu memetakan dan mencairkan konflik di lingkungan bertugas. Sehinga tetap aman dan kondif," katanya, sembari mengatakan di Magelang ada sekitar empat ribu tiga ratus PTPS.

Dia menambahkan PTPS di Bandongan akan diberi pelatihan secara khusus untuk pemetaan konflik. Pelatihan ini sebagai inovasi selain pemetaan rawan yang digariskan Bawaslu, sebab akan disesuaikan dengan situasi masyarakat terkini.

Terpisah Komisioner Bawaslu Kabupen Temanggung Murti Anggoro mengatakan di Temanggung ada sebanyak 2.475 PTPS yang dilantik Senin. Jumlah ini sesuai dengan jumlah TPS yang tersebar di 20 Kecamatan di Kabupaten Temanggung.

"PTPS wajib mengasah kejelian dan ketelitian tugas pengawasan, sebab menjadi ujung tombak pengawasan," katanya usai pelantikkan PTPS di Kecamatan Kledung. (Osy)