DIY Editor : Ivan Aditya Selasa, 26 Maret 2019 / 11:42 WIB

Tiga Kawasan di Bantul Rawan Konflik

BANTUL, KRJOGJA.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bantul mengingatkan Aparat Sipil Negara (ASN) untuk tetap menjunjung tinggi netralitas terutama saat masa kampanye terbuka. Sementara itu, pada masa kampanye terbuka yang berlangsung sejak (24/03/2019) hingga (13/04/2019) mendatang, ada tiga kawasan yang rentan kerawanan konflik terutama antarpendukung parpol. Berdasarkan pemetaan tiga kawasan yakni Pandak, Srandakan dan Sewon.

Anggota Bawaslu Bantul Supardi menuturkan meski kampanye terbuka sudah dijadwalkan namun hingga pagi harinya pihaknya belum menerima satupun permohonan kampanye terbuka dari parpol manapun. "Biasanya memang mereka (parpol) suka mendadak mengajukan. Atau bisa jadi memang parpol belum sempat melaporkan karena mereka masih mengurus dari sisi perizinan. Apalagi pembuatan jadwal kampanye baru saja selesai," ujarnya.

Ditambahkannya, saat ini hal yang menjadi titik konsentrasi pengawasan Bawaslu yakni kewaspadaan penyalahgunaan wewenang dan prioritas terutama bagi ASN, TNI dan Polri. Meski demikian berdasarkan pengalaman sebelumnya, TNI-Polri di Bantul bersih dan aman. "Namun kita tidak tahu ke depannya seperti apa makanya pengawasan masih terus kita laksanakan," katanya.

Selain netralitas ASN, pengawasan khusus juga dilakukan Bawaslu Bantul dalam kaitan memerangi politik uang. "Untuk politik uang, rentan terjadi di wilayah pinggiran Bantul dan wilayah pesisir selatan serta kawasan Dlingo. Kalau mendekati wilayah perkotaan, politik uang agak sulit dilakukan karena masyarakat Bantul saat ini sudah kritis dan mereka sudah pasti akan berpikir. Kami berharap masyarakat Bantul komitmen memerangi politik uang," tegasnya.

Sementara untuk kawasan rawan konflik antar pendukung berdasarkan pengalaman sebelumnya terjadi di wilayah Pandak, Srandakan dan Sewon. Maka dari itu Bawaslu mengimbau masyarakat dan peserta pemilu untuk menaati segala ketentuan regulasi yang ada.

"Misalnya knalpot blombongan sudah tidak diperbolehkan digunakan dalam kampanye harus ditaati. Kami berpikir soal ini polisi sudah tegas. Hal lain yang diwaspadai misalnya saat jadwal kampanye ada di partai Amisalnya, jangan sampai ada orang masuk dengan atribut parpol lain. Kondisi ini rentan konflik dan dapat masuk dalam pidana pemilu," urainya.

Sementara Ketua KPU Bantul Didik Joko Nugroho SAnt, mengimbau seluruh masyarakat untuk dapat menciptakan suasana kondusif dan aman di lingkungannya. Peserta pemilu diminta untuk memanfaatkan waktu kampanye terbuka dengan sebaik-baiknya. Di 17 kecamatan juga telah ditentukan titik tempat dilaksanakannya kampanye terbuka atau rapat umum. (Aje)