Jateng Editor : Ivan Aditya Selasa, 26 Maret 2019 / 14:37 WIB

Desa Gumpang Andalkan Pengelolaan Sampah TPS3R

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Penanganan sampah di wilayah Kecamatan Kartasura perlahan sudah mandiri dilakukan desa dan tidak lagi bergantung pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo. Sampah dipilah dan diolah  dengan melibatkan warga. Dengan demikian maka warga tidak hanya membuang sampah dan menyebabkan lingkungan kotor namun juga memberikan penghasilan termasuk pada desa.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo Agus Suprapto, Selasa (26/03/2019) mengatakan, sudah melakukan pemantauan soal penanganan sampah disemua wilayah khususnya di Kecamatan Kartasura. Hal itu dilakukan setelah ada rencana penutupan tempat pembuangan sementara (TPS) di Kartasura pada April nanti. Kondisi tersebut memaksa desa untuk melakukan penanganan sampah buangan masyarakat sendiri.

Hasilnya setelah DLH Sukoharjo melakukan sosialisasi maka sekarang desa sudah melakukan penanganan sampah sendiri. Salah satunya seperti di Desa Gumpang dimana mereka mengandalkan Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce dan Recyle atau mengurangi, menggunakan dan daur ulang (TPS3R).

Sampah buangan masyarakat akan ditampung dan dikelola oleh pihak desa di TPS3R. Sampah dipilah sesuai dengan kelompok dan kemudian digunakan dengan cara daur ulang. Semisal sampah daun maka akan dibuat pupuk kompos, sampah plastik diolah sendiri dan lainnya.

Pemanfaatan TPS3R sangat membantu baik bagi desa maupun warga di wilayah tersebut. Sebab sampah yang dibuang tidak menjadi sumber pencemaran lingkungan namun tambahan penghasilan. Kedepan harapannya hal serupa juga bisa dilakukan di desa di wilayah lain.

"Khusus di wilayah Kecamatan Kartasura hasil perkembanganya sudah menunjukan kemandirian dalam pengelolaan sampah. Seperti di Desa Gumpang setelah memaksimalkan pengelolaan sampah. Jadi sampah disana tidak hanya dibuang namun juga dipilah dan diolah sesuai kemanfaatanya. Desa lain kami harap melakukan hal serupa," ujarnya.

DLh Sukoharjo sangat berharap keberadaan dua TPS3R di Desa Gumpang dan Desa Gonilan bisa membantu mengatasi masalah sampah buangan masyarakat. TPS3R tidak hanya mengelola sampah dari desa setempat saja namun juga lainnya.

"Desa yang belum punya TPS3R kami dorong untuk melakukan inovasi pengelolaan sampah agar tidak terjadi pencemaran. Salah satunya dengan memperbanyak pembentukan bank sampah di masing masing RT/RW," lanjutnya.

Pemantauan masih akan terus dilakukan DLH Sukoharjo sampai desa benar benar bisa mandiri penuh dalam mengelola sampah. Selain itu DLH Sukoharjo juga memberikan pendampingan dengan tetap menempatkan petugas dan truk pengangkut sampah.

"Selain di Desa Gumpang dan Desa Gonilan juga ada Kelurahan Ngadirejo yang berhasil dalam pengelolaan sampah mendiri. Artinya ada kesadaran dari warga masyarakat dan pemerintah setempat dalam mengelola sampah dan tidak menyebabkan pencemaran lingkungan," lanjutnya.

Kepala Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura Dwi Nuryanto mengatakan, Pemerintah Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura sudah mandiri dalam pengelolaan sampah dengan memaksimalkan keberadaan TPS3R. Pengelolaan TPS3R diserahkan sepenuhnya kepada BUMDes.

Sampah buangan warga diambil oleh petugas dan dikelola di TPS3R untuk dimanfaatkan. Selain itu warga juga diajarkan tentang cara pemilahan sampah sesuai jenisnya. Termasuk juga pemanfaatanya salah satunya sebagai bahan membuat pupuk dan hasilnya bisa diapaki sebagai media tanam pada polybag.

"Sampah buangan masyarakat sudah dikelola TPS3R dan lingkungan menjadi bersih. Kedepan akan terus kami kembangkan mengingat DLH Sukoharjo akan segera menutup TPS di Kartasura," ujarnya. (Mam)