Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Selasa, 26 Maret 2019 / 09:31 WIB

Enam Kasus pada Industri Penerbangan Didalami KPPU

JAKARTA, KRJOGJA.com - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mencatat ada enam kasus pada industri penerbangan dalam setahun terakhir. Dari enam kasus tersebut, tiga diantaranya telah masuk dalam tahap penyelidikan.

Anggota Komisioner KPPU Guntur Saragih dalam keterangannya kepada media, Senin (25/3/2019) malam mengatakan, tiga kasus yang masuk tahap penyelidikan yaitu soal dugaan kartel harga tiket, tarif kargo udara dan rangkap jabatan direksi Garuda Indonesia dan Sriwijaya.

Sementara tiga kasus lain masih dalam tahap penelitian atau meminta keterangan dari pihak terkait, yaitu soal harga avtur, tarif bagasi dan masalah AirAsia dengan Traveloka.

"Jadi tahap penyelidikan ada tiga. Yang masih tahap penelitian juga tiga," ujar dia.

Menurut Guntur, enam kasus yang tengah digali oleh KPPU ini merupakan terbanyak dalam satu kategori industri.

"Kami belum pernah sebanyak ini dalam satu industri, ini paling banyak, belum pernah sebanyak ini. Perkara 2018 sampai 2019 ini kan," ungkap dia.

KPPU akan terus mendalami keenam kasus ini. Sementara untuk sanksi, jika terbukti bersalah maka pihak yang terlibat bisa dikenakan sanksi maksimal Rp 25 miliar.

"Jadi kalau satu pelaku usaha nantinya terbukti melakukan pelanggaran, sanksi Rp 25 miliar maksimal. Kalau ada enam pelanggaran ya tinggal enam dikali Rp 25 miliar," tandas dia.(*)