Peristiwa Agregasi    Selasa, 26 Maret 2019 / 03:13 WIB

RS Swasta tak Semua Kerja Sama dengan BPJS, Ini Penjelasannya

KISRUH Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) memang tengah gencar diberitakan belakangan ini. Banyak kabar miring yang menerpa BPJS karena dianggap sedang mengalami defisit keuangan.

Sebagaimana diketahui, saat ini tidak semua rumah sakit bekerjasama dengan BPJS. Tercatat sebanyak 65 rumah sakit swasta bekerjasama dengan BPJS, sementara 35 persen lainnya masih belum terdaftar.

Tentunya hal ini bukanlah tanpa sebab, menurut Wakil Ketua Rumah Sakit Swasta seluruh Indonesia (ARSSI), dr. Noor Arida Sofiana, setiap rumah sakit swasta sebenarnya tidak diwajibkan untuk bekerjasama dengan BPJS.

Meski demikian, beberapa rumah sakit memang sengaja bekerjasama dengan tujuan untuk membantu keberhasilan program pemerintah.

"Rumah sakit swasta memang tidak diwajibkan untuk ikut serta dalam program BPJS. Tapi karena mereka mendukung, makanya mereka bekerjasama," ucap dr. Noor di PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Menteng Jakarta Pusat, Senin (25/3/2019).

Dokter Noor mengatakan beberapa rumah sakit swasta yang ikut dalam program BPJS, berfokus untuk memberikan fasilitas yang bermutu namun dengan biaya yang terjangkau. Mereka berusaha agar dapat memberikan pelayanan sesuai dengan standar prosedur meski biayanya terbatas.

"Kami harus memberikan fasilitas yang bermutu dengan biaya terjangkau. Mutu kesehatan masih menjadi fokus kami, didukung dengam biaya yang cukup," lanjutnya.

Meski demikian, dr. Noor juga mengatakan bahwa sejumlah rumah sakit swasta yang bekerjasama dengan BPJS memiliki beberapa kendala, salah satunya adalah keterlambatan pembayaran yang akan mengganggu fokus mereka sebelumnya.

"Keterlambatan pembayaran menjadi salah satu hal yang ditakutkan, karena bisa mengancam mutu pelayanan. Selain itu ketersediaan obat dan peralatan juga harus tercukupi. Mutu rumah sakit sudah diatur berdasarkan panduan praktek kedokteran. Karena tujuan rumah sakit adalah menyediakan obat-obatan sesuai dengan praktek kedokteran kepada pasien," tutupnya. (*)