Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 25 Maret 2019 / 18:30 WIB

OPT Bank Indonesia Serap Dana Rp197,29 Triliun


JAKARTA, KRJOGJA.com - Direktur Group Surveilans dan Stabilitas Sistem Keuangan  Lembaga Penjaminan Simpanan  (LPS) Doddy Ariefianto, mengatakan  Operasi Pasar Terbuka  (OPT) konvensional yang dilakukan oleh Bank Indonesia ( BI) pada akhir Februari 2019 BI mencapai Rp 197,29 triliun atau meningkat dari Januari 2019 yang hanya Rp 188,97 triliun.


Kenaikan posisi OPT ini terutama disebabkan oleh penempatan pada term deposit yang kembali muncul sebesar Rp 31,63 triliun serta naiknya posisi Sertifikat Bank Indonesia (SBI) sebesar Rp 5,75 triliun. Di periode yang sama, penempatan pada reverse repo SBN dan Sertifikat Deposito Bank Indonesia (SDBI) malah turun Rp 21,64 triliun dan Rp 5,26 triliun, demikian pula posisi deposit facility yang berkurang Rp 25,8 triliun. 

“OPT konvensional yang dilakukan oleh Bank Indonesia ( BI) pada akhir Februari 2019 BI mencapai Rp 197,29 triliun atau meningkat dari Januari 2019 yang hanya Rp 188,97 triliun,” kata Direktur Group Surveilans dan Stabilitas Sistem Keuangan  Lembaga Penjaminan Simpanan  ( LPS) Doddy Ariefianto, di Jakarta, Senin (25/3).

Menurutnya, penempatan pada instrumen OPT akan stabil dan membaik secara gradual meski masih terdapat potensi tekanan di tengah laju kebutuhan likuiditas bank untuk eskpansi kredit.  Pola pertumbuhan kredit dan  DPK plus faktor tren kenaikan imbal hasil investasi pada instrumen SBN akan menjadi faktor yang mempengaruhi arah OPT dalam jangka pendek. 
Di sisi lain, BI akan berupaya menjaga ketersediaan likuiditas dengan pengelolaan moneter yang terukur melalui lelang term repo dan forex swap jual secara reguler, selain terus berupaya melakukan stabilisasi di pasar valuta asing. 

Menyinggung tentang kedit, melambat pada bulan Desember 2018. Pada bulan itu, kredit perbankan tumbuh 11,75 persen, lebih  rendah dari 12,05 pers3n di bulan sebelumnya. Di saat yang sama, pertumbuhan DPK melambat dari 7,19 persen menjadi 6,45 persen, yang terendah sejak Oktober 2016.  Dengan perkembangan ini, rasio kredit terhadap simpanan (LDR) meningkat dari 92,59 persen pada bulan November menjadi 94,04 persen. (Lmg)