DIY Editor : Ivan Aditya Senin, 25 Maret 2019 / 17:51 WIB

Hari Pertama Kampanye Terbuka Tak Dimanfaatkan

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Jadwal kampanye rapat umum pada hari pertama untuk partai politik peserta Pemilu 2019 di Kabupaten Gunungkidul tidak dimanfaatkan, Minggu (24/03/2019). Baik partai politik pengusung maupun caprescawapres no urut 01 tidak melakukan kegiatan kampanye.

”Tidak ada pemberitahuan kegiatan kampanye dan kita berharap masyarakat dapat mengikuti kampanye terbuka dengan mengedepankan guyup rukun,” kata Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani.

Pernyataan Ketua KPU tersebut berdasarkan atas realitas yang hingga pelaksanaan kampanye hari pertama berlangsung sesuai jadwal tidak mendapatkan pemberitahuan mengenai penggunaan jadwal kampanye umum atau terbuka berlangsung pada 24 Maret sampai dengan 13 April 2019. Sesuai dengan jadwal merupakan kampanye Capres 01 dan partai pendukungnya yakni, PKB, PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai NasDem, Perindo, PPP, PSI, Hanura, dan PBB. ”Karena tidak ada pemberitahuan surat yang masuk memanfaatkan jadwal rapat umum maka dinyatakan nihil,” imbuhnya.

Pihaknya tidak mengetahui alasan partai politik tidak menggunakan haknya untuk melaksanakan rapat umum. Penetapan jadwal sesuai dengan Keputusan KPU DIY Nomor 38/- HK.03.1-Kpt/34/Prov/III/ 2019 tentang Jadwal Kampanye Rapat Umum Partai Politik Peserta Pemilihan Umum Anggota DPRD DIY dan Peserta Pemilihan Umum Perseorangan Calon Anggota DPD RI Dapil DIY Tahun 2019. Kampanye rapat umum dapat dilaksanakan mulai pukul 09.00 - 18.00.

Selain itu petugas kampanye wajib menyampaikan pemberitahuan tertulis kepada Kepolisian, dan tembusannya kepada KPU dan Bawaslu. Sedangkan untuk penggunaan lokasi ada dua tempat yang dilarang di Gunungkidul yakni alun-alun dan stadion Handayani.

Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi MH mengatakan, pihaknya berharap masyarakat untuk mengedepankan guyub rukun menjelang pemilu termasuk saat rapat umum. Hal ini untuk mencegah gesekan antar masyarakat. ”Pemilu bertujan untuk memilih pemimpin baik legislatif maupun eksekutif dan agar terhindar dari cara pandang yang saling bermusuhan,” ucapnya. (Bmp)