Gaya Hidup Editor : Danar Widiyanto Senin, 25 Maret 2019 / 16:20 WIB

Terapkan Teknologi Baru, Proyek Pembangkit Listrik Sampah Bakal Tersertifikasi

MENTERI Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohammad Nasir meminta agar proyek percontohan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Bantargebang, Kota Bekasi dapat segera disertifikasi Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pun diminta untuk segera mengajukannya.

"Saya meminta agar ini bisa diajukan kepada Kementerian Perindustrian untuk disertifikasikan. Sekaligus bisa masuk ikatalog, supaya Walikota pengadaan tidak lelang lagi, kalau itu lelang maka itu akan berat," ujar dia usai peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Bekasi, Senin (25/3/2019).

Seperti diketahui, PLTSa di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, resmi beroperasi pada hari ini. Pengoperasian ini juga diharapkan dapat menjadi sebuah percontohan pengelolaan sampah dengan menggunakan teknologi termal.

Adapun kapasitas pengolahan sampah PLTSa mencapai 100 ton per hari dan mampu menghasilkan listrik sebagai bonus sebanyak 700 kilowatt hour.

"Saya berpikir bagaimana Indonesia bersih dari sampah ini, dengan ini bisa kita terapkan di tempat tempat lain, untuk kota kecil Surakarta dan kota lain diharapkan produksinya bisa 200 ton bisa gunakan ini," tutur dia.(*)