Jateng Editor : Danar Widiyanto Senin, 25 Maret 2019 / 14:10 WIB

Besaran PKH Capai Rp 9,6 Juta, Sisihkan untuk Modal Koperasi

SOLO, KRJOGJA.com - Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengisyaratkan peserta Program Keluarga Harapan (PKH) membangun koperasi dengan menyisihkan sebagian dari bantuan sosial yang diberikan pemerintah sebagai modal usaha. Besaran bantuan sosial yang diterima Keluarga Penerima Manfaat (PKM), mulai tahun 2019 ini naik cukup tinggi, tergantung indeks masing-masing keluarga, bahkan satu keluarga bisa mendapatkan hingga Rp 9,6 juta per tahun.

Skema PKH tahun 2019, jelas Walikota FX Hadi Rudyatmo, menjawab wartawan, usai memberi pengarahan kepada peserta PKH di Balaikota, Senin (25/3/2019), memang berbeda dengan tahun sebelumnya yang menggunakan konsep flat dengan besaran bantuan rata-rata Rp 1,8 juta per tahun per keluarga. Sedangkan tahun 2019 ini, besaran bantuan dihitung berdasarkan indeks keluarga penerima, sehingga anatara keluarga satu dengan yang lain saling berbeda.

Seklain menerima bantuan bersifat tetap senilai Rp 550 ribu per tahun, jelas pria yang akrab disapa Rudy, jika pada keluarga bersangkutan memiliki ibu hamil, anak balita, tinggal bersama warga usia lanjut, atau bersama penyandang disabilitas, akan mendapatkan tambahan bantuan Rp 2,4 juta per jiwa per tahun. Demikian pula keluarga yang memiliki anak usia Sekolah Dasar (SD) akan mendapatkan bantuan tambahan Rp 900 ribu per jiwa per tahun, siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Rp 1,5 juta per jiwa per tahun, serta anak SMA atau pendidikan sederajat bantuan tambahan sebesar Rp 2 juta per jiwa per tahun.

Jika dalam satu keluarga memiliki seluruh komponen tersebut, menurut Rudy, bantuan sosial yang diterima keluarga bersangkutan bisa mencapai Rp 9,6 juta, sehingga sangat memungkinkan sebagian diantaranya dimanfaatkan untuk modal usaha produktif. Akan lebih baik, tambahnya, kalangan KPM itu saling berhimpun membangun koperasi sebagai wadah usaha bersama, sehingga bantuan sosial itu tak habis begitu saja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebaliknya justru bisa berkembang.

Meski begitu Rudy hanya bisa sebatas memberi saran dalam kaitan pemanfaatan sebagian bantuan sosial itu, sebab keputusan sepenuhnya di tangan masing-masing keluarga. Kalaupun dari 15.883 peserta PKH di Solo sebagian diantaranya berkeinginan membangun usaha bersama lewat koperasi, Rudy bersiap memberi pendampingan penuh.

Disebutkan pula, dari 15.883 peserta PKH, sekitar 2 ribu diantaranya dipastikan memperoleh bantuan sosial mencapai Rp 9,6 juta per keluarga per tahun, karena dalam keluarga tersebut memiliki hampir seluruh komponen dalam indeks bantuan. Dia berharap, bantuan tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin sebagaimana aturan yang ditetapkan.(Hut)